SUMENEP, RadarMadura.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep memperingati Hari Kuda Tuli 2026 dengan menggelar doa bersama di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Senin (27/7). Acara tersebut dijadikan momentum untuk meneguhkan
semangat perjuangan kader agar tetap berpihak kepada rakyat kecil atau wong cilik dan menjaga nilai-nilai ideologi partai.
Acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dilanjutkan dengan tahlil serta doa bersama.
Selain Ketua PCNU Sumenep KH. Md. Widadi Rahim, acara tersebut juga dihadiri Ketua PD Muhammadiyah Sumenep Dr. Zainuddin, budayawan, organisasi kepemudaan, serta jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan Sumenep.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Hari Kuda Tuli memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah partai.
Karena itu, seluruh kader diminta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat agar tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah berbagai tantangan.
“Peristiwa Kuda Tuli mengajarkan bahwa perjuangan tidak pernah lahir dari kenyamanan. Sejarah itu menjadi pengingat bahwa kader PDI Perjuangan harus tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan meski menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Menurut Fauzi, semangat perjuangan harus diwujudkan melalui pengabdian yang nyata. Kader partai tidak cukup hanya menjaga ideologi, tetapi juga harus hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Semangat Kuda Tuli harus hidup dalam setiap langkah pengabdian. Kader PDI Perjuangan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pelayan rakyat, serta menjadi garda terdepan dalam membela wong cilik,” tegas pria yang juga menjabat Bupati Sumenep itu.
Fauzi juga mengajak seluruh kader memperkuat soliditas organisasi serta terus merawat semangat perjuangan para pendahulu.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. “Sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan rakyat,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri