SUMENEP, RadarMadura.id – KSPPS BMT Nuansa Umat Jatim menegaskan peran sebagai lembaga keuangan syariah yang tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga menguatkan kemanusiaan dan keberkahan sosial.
Selain untuk meningkatkan kemandirian ekonomi nahdliyin, BMT NU juga berkomitmen meningkatkan kemandirian Nahdlatul Ulama (NU) secara jam’iyah.
Karena itu, 10 persen laba BMT NU dialokasikan untuk membantu perjuangan NU di tingkat MWCNU dan PCNU yang berdiri BMT NU cabang.
Hingga Juni 2026, BMT NU telah mengucurkan dana pengembangan NU Rp 35,6 miliar. Pada 2025 saja, dana pengembangan NU mencapai Rp 6,4 miliar.
Perjalanan BMT NU semakin kokoh dengan berbagai pengakuan dan penghargaan. Pada 2025, masuk 100 Koperasi Besar Terbaik Indonesia dan mengantarkan Direktur Utama Masyudi Kanzillah pada 2014 mendapatkan penghargaan bhakti koperasi dari Presiden RI, Tokoh Koperasi Penggerak Pratama tingkat nasional 2025, Tokoh Penggerak Koperasi Syariah Nasional 2026, dan mendapatkan penghargaan dari gubernur Jawa Timur sebagai Tokoh Penggerak Koperasi 2026.
Prestasi ini melanjutkan capaian 2024 sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Pratama serta masuk 100 Tokoh Koperasi Indonesia.
Sejak 2012–2014, kiprah BMT NU mendapat apresiasi melalui Liputan 6 SCTV Award, MNCTV Pahlawan untuk Indonesia, serta Koperasi Berprestasi Nasional kategori Koperasi Simpan Pinjam dan KSP Award untuk pertumbuhan aset, keanggotaan, serta tata kelola keuangan terbaik.
Sejumlah penghargaan juga diraih di tingkat Jawa Timur. Meliputi, juara I Koperasi Berkinerja Terbaik kategori KJKS 2010, juara II Koperasi Terbaik kategori KJK Konvensional–Syariah 2012, serta juara I Koperasi Berprestasi kategori Koperasi Simpan Pinjam 2014. Pengakuan internal NU juga diraih melalui PWNU Jatim Award 2019. (*/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti