SUMENEP, RadarMadura.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan kembali dipercaya menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah pada 2031.
Kepastian itu diumumkan pada penutupan Idul Khotmi Nasional Ke-234, Minggu (19/7).
Kepercayaan tersebut tak lepas dari sukses penyelenggaraan tahun ini. Puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara memadati Al-Amien.
Syurafa dari Aljazair, Mesir, dan Maroko turut hadir dalam majelis tersebut.
Ketua Panitia KH Junaidi Rasyidi mengatakan, kehadiran syurafa menjadi nilai lebih Idul Khotmi tahun ini.
Sebanyak 161 muqaddam dari dalam dan luar negeri juga mengikuti kegiatan tersebut.
”Alhamdulillah, para syurafa’ dari Aljazair, Mesir, dan Maroko berkenan hadir sejak awal hingga puncak acara. Demikian pula para khuwaidim dan 161 muqaddam dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka menjadi kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi seluruh jemaah,” ujarnya.
Pimpinan Ponpes Al-Amien Prenduan KH Ahmad Fauzi Tidjani menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan amanah.
Karena itu, panitia berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah.
”Bagi kami, menjadi tuan rumah Idul Khotmi adalah sebuah amanah. Kehormatan ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan yang terbaik kepada seluruh jemaah. Memuliakan para tamu dan melayani tamu Allah merupakan bagian dari ibadah,” katanya.
Menurut Kiai Fauzi, hubungan Al-Amien dengan Tarekat Tijaniyah telah terjalin sejak masa pendiri pesantren.
Tradisi zikir dan pembinaan akhlak menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di lembaga yang dia pimpin.
”Al-Amien memang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Tidak semua warga Al-Amien adalah pengamal Tarekat Tijaniyah, tetapi roh pendidikan yang dibangun di pesantren ini sangat menghargai nilai-nilai zikir dan akhlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kiai Fauzi juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat menyukseskan kegiatan.
Menurut dia, ketertiban jemaah menjadi modal penting dalam penyelenggaraan Idul Khotmi.
”Alhamdulillah, kita tidak hanya menyaksikan ketertiban secara lahiriah, tetapi juga ketertiban hati dan ketenangan ruhani. Semoga suasana penuh adab dan ukhuwah ini menjadi bekal ketika kembali ke daerah masing-masing,” tuturnya.
Kiai Fauzi juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.
Dia juga mengumumkan Idul Khotmi Nasional 2027 yag akan digelar di Lumajang. Sementara Al-Amien kembali dipercaya menjadi tuan rumah pada 2031. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri