Lansia di Perumahan Batu Kencana, Batuan, Jadi Korban Kebakaran

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 07:35 WIB
BERJIBAKU: Petugas berjibaku memadamkan api di Perumahan Batu Kencana Blok L, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Minggu (19/7) malam. (DAMKAR UNTUK JPRM)
BERJIBAKU: Petugas berjibaku memadamkan api di Perumahan Batu Kencana Blok L, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Sumenep, Minggu (19/7) malam. (DAMKAR UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Perumahan Batu Kencana, Desa/Kecamatan Batuan, Sumenep, dibuat panik dengan peristiwa kebakaran yang terjadi Minggu (19/7) malam.

Insiden yang terjadi di blok L itu menghanguskan satu unit rumah milik warga. Dua rumah lainnya turut terdampak atas peristiwa tersebut.

Insiden itu juga menyebabkan seorang penghuni rumah bernama Sulima mengalami luka bakar yang cukup serius.

Sehingga, perempuan lanjut usia (lansia) itu harus mendapat perawatan intensif.

Kabid Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Sumenep Sugianto mengaku langsung bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran tersebut.

Proses pemadaman dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai personel Polsek Batuan, batalyon, perangkat desa, dan pegawai PT PLN.

”Tim langsung melakukan pemadaman dan dilanjutkan pendinginan dengan menyemprotkan air dari empat unit mobil damkar serta dibantu tiga unit kendaraan batalyon,” terangnya.

Dampak dari kebakaran itu menyebabkan satu rumah rusak berat. Sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian atap.

Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari lampu teplok atau lampu tempel yang menyambar kasur di dalam rumah.

”Penyebab kebakaran diduga pemilik rumah menyalakan lampu teplok yang mengenai kasur,” ucapnya.

Kapolsek Sumenep Kota AKP Maliyanto Effendi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kebakaran yang menyebabkan tiga rumah rusak tersebut. Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung.

”Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber api diduga berasal dari salah satu ruangan di rumah yang mengalami kerusakan paling berat. Namun, penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari mengamankan lokasi, mengatur arus lalu lintas, membantu evakuasi korban, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, hingga mengamankan barang-barang yang berkaitan dengan penyelidikan.

Dia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran.

Yakni, dengan memastikan instalasi listrik maupun penggunaan sumber api di rumah tetap aman.

”Apabila terjadi keadaan darurat, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” tandasnya. (tif/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
lampu teplok kebakaran Lansia pemadam kebakaran