SUMENEP, RadarMadura.id – Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai tidak akan menggeser posisi koperasi konvensional. Sebaliknya, keduanya bisa berkembang secara beriringan.
Karena itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta OPD menginventarisasi seluruh koperasi di daerah.
"Itu sesuatu yang berbeda ya. KDMP itu kan bagian dari program pemerintah pusat, dari sisi aktivitasnya itu kan masih nanti. Kita belum tahu secara detail, seperti apa mekanisme berkaitan dengan KDMP ke depannya," ujarnya.
Bupati Fauzi menyatakan, kehadiran KDMP tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, selama ini ratusan koperasi yang ada di Sumenep bisa beroperasi tanpa menimbulkan persaingan yang tidak sehat. sebab, setiap koperasi memiliki pasar dan model usaha berbeda.
"Menurut saya, koperasi punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri. Sampai saat ini, meski koperasi jumlahnya ratusan tidak ada persoalan. Karena memang mereka punya pasarnya masing-masing . Mereka juga punya cara masing-masing," jelasnya.
Guna memastikan semua koperasi tetap berkembang, Fauzi meminta DKUPP melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap koperasi yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi.
Dia menilai, pendataan itu penting sebagai dasar penyusunan langkah pembinaan ke depan.
"Jadi, nanti koperasi sama-sama jalan, koperasi konvensional dan KDMP. Jangan sampai jumlah koperasinya banyak, tetapi ternyata tidak aktif. Ini yang penting sebenarnya. Lebih baik sedikit, tapi semuanya aktif," terangnya.
Menurutnya, hasil inventarisasi akan menjadi acuan pemerintah dalam memetakan persoalan yang dihadapi setiap koperasi.
Dengan begitu, bentuk pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap lembaga agar keberlangsungan usahanya tetap terjaga sehingga koperasi tidak mati.
Dia menambahkan, pembinaan tidak hanya difokuskan pada bantuan permodalan.
Jika persoalan koperasi bersumber dari kualitas SDM, pemerintah akan memberikan pelatihan.
Bila kendalanya pada aspek permodalan, dukungan pembiayaan dapat dipertimbangkan.
"Kalau tahu sakitnya apa, kita perbaiki. Kalau misalnya sumber manusianya tidak bagus, ya kita berikan pembinaan. Kalau dari sisi permodalannya tidak bagus, kita beri bantuan keuangan. Bukan hanya bantuan keuangan, tapi juga ditata sumber daya manusianya," tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri