SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Sumenep belum sepenuhnya rampung.
Hingga saat ini, baru terdapat 48 gerai yang telah selesai dibangun atau yang sudah mencapai 100 persen.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan, dan Pemeriksaan DKUPP Sumenep Hairil Iskandar mengatakan, 201 gerai masih dalam tahap pembangunan.
Tapi, dia mengakui ada juga yang belum bisa dikerjakan karena terkendala pasokan material bangunan. ”Yang sudah selesai 48 gerai,” katanya.
Baca Juga: Penyusunan Raperda SOTK Tak Kunjung Rampung, Pansus DPRD Pamekasan Klaim Lakukan Pendalaman
Menurut dia, setelah pembangunan gerai KMP rampung, tahapan berikutnya adalah pengiriman sarana dan prasarana yang dilakukan oleh PT Agrinas.
Sebagaimana diketahui, PT Agrinas merupakan perusahaan yang diamanahi sebagai pihak yang menyediakan seluruh perlengkapan operasional koperasi.
”Setelah bangunan selesai, PT Agrinas akan memasukkan barang. Semua sarana dan prasarana penunjang dipasok oleh PT Agrinas,” tuturnya.
Dijelaskan, sebagian fasilitas sebenarnya sudah didistribusikan ke sejumlah koperasi.
Beberapa di antaranya berupa kendaraan operasional, etalase, dan perlengkapan lainnya.
Meski begitu, Hairil Iskandar mengaku pihaknya belum memiliki data pasti mengenai jumlah KMP yang telah menerima fasilitas.
Hairil Iskandar mengungkapkan, empat KMP di Sumenep menjadi bagian dari koperasi yang telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun, hingga kini belum beroperasi.
”Memang sudah diresmikan secara serentak, tapi sampai sekarang belum beroperasi. Sebab, sarana dan prasarananya belum dipasok oleh PT Agrinas,” ungkapnya.
Baca Juga: Punya Dua Alamat, Terduga Pelaku Pembunuhan Sekretaris DPRKP Bangkalan
Hairil menuturkan, operasional koperasi sebenarnya tidak harus menunggu peresmian.
Kalau pembangunan telah selesai dan seluruh fasilitas penunjang telah tersedia, maka KMP bisa langsung melayani masyarakat.
”Asalkan sarana dan prasarana sudah lengkap,” imbuhnya.
Ditambahkan, jenis usaha yang dijalankan nantinya diserahkan kepada masing-masing pengurus koperasi.
Meski begitu, KMP nantinya akan diarahkan sebagai gerai ritel yang memprioritaskan pemasaran produk unggulan desa.
”Karena memprioritaskan produk lokal, maka pengurusnya harus jeli dalam melihat peluang di wilayahnya,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti