Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Perlindungan Sektor Pertanian Jadi Atensi, Bupati Sumenep Instruksikan OPD Perkuat Sinergi Hadapi Kemarau 

Amin Basiri • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:16 WIB
MERAKYAT: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo meninjau tanaman padi di Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (6/8/2025).
MERAKYAT: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo meninjau tanaman padi di Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, pada Rabu (6/8/2025).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan status siaga kekeringan seiring mulai memasuki musim kemarau.

Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memprioritaskan perlindungan sektor pertanian agar produksi pangan tidak terganggu.

Instruksi tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air yang dapat berdampak terhadap aktivitas pertanian.

Menurutnya, pemerintah daerah harus bergerak lebih awal agar ancaman kekeringan tidak berujung pada penurunan hasil panen maupun kerugian petani.

Bupati Fauzi mengatakan, perhatian pemerintah tidak hanya difokuskan pada hasil produksi.

Tetapi juga mencakup ketersediaan sumber air, kondisi jaringan irigasi, hingga berbagai kebutuhan penunjang pertanian lainnya. 

Makanya seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi agar setiap persoalan yang muncul selama musim kemarau segera ditangani.

”Sektor pertanian harus benar-benar mendapatkan perhatian secara maksimal saat memasuki musim kemarau. Mulai dari hasil panen, ketersediaan air hingga irigasi harus menjadi fokus bersama agar produktivitas petani tetap terjaga,” katanya. 

Fauzi menilai sektor pertanian merupakan penopang utama perekonomian Kabupaten Sumenep. Sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.

Karena itu, perlindungan terhadap petani menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Menurutnya, luas lahan pertanian di Kota Keris lebih dari 103 ribu hektare. Komoditas unggulan yang dihasilkan seperti padi, jagung, kacang hijau, cabai merah besar, bawang merah, tomat, mentimun.

Selain itu, ada sektor peternakan yang tersebar di berbagai kecamatan.

”Pemkab akan terus mengoptimalkan berbagai program pendukung pertanian agar produktivitas tetap terjaga meski dihadapkan pada ancaman musim kemarau. Menjaga sektor pertanian berarti menjaga ketahanan pangan sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat Sumenep,” tukasnya. (iqb/bil)

Editor : Amin Basiri
#siaga kekeringan #pemkab sumenep #Pertanian