SUMENEP, RadarMadura.id – Puskesmas Ganding terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui kegiatan edukasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Kegiatan tersebut digelar di Puskesmas Ganding pada Rabu (1/7). Yakni dengan menyasar para pengunjung yang memiliki kebiasaan merokok.
Edukasi yang dipandu petugas Promosi Kesehatan (Promkes) itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk rokok terhadap kesehatan diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok.
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung mendapat penjelasan mengenai berbagai penyakit berisiko yang muncul akibat kebiasaan merokok.
Misalnya gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kanker.
Petugas juga mengingatkan bahwa paparan asap rokok dapat membahayakan bagi perokok pasif, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.
Petugas juga mengenalkan berbagai metode berhenti merokok yang dapat diterapkan sesuai kondisi yang dialami setiap individu.
Yakni mengurangi konsumsi rokok secara bertahap, menghindari pemicu keinginan merokok, hingga mencari dukungan keluarga maupun tenaga kesehatan.
Kepala Puskesmas Ganding dr Ahmad Jauhari mengatakan, edukasi KTR merupakan salah satu langkah penting untuk membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat harus diawali dengan peningkatan pengetahuan yang benar mengenai dampak konsumsi rokok.
“Melalui edukasi ini kami ingin masyarakat memahami bahwa berhenti merokok bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan pribadi, tetapi juga melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya paparan asap rokok," katanya.
Jauhari berharap kegiatan edukasi tersebut bisa mengedukasi masyarakat sehingga berhenti dari kebiasaan merokok.
Dengan begitu, penerapan KTR di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal.
“Ini bagian upaya kami dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri