SUMENEP, RadarMadura.id – Keterbatasan armada menjadi tantangan tersendiri bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep dalam mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.
Sebab, BPBD hanya memiliki dua unit tangki air yang digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
Sekretaris BPBD Sumenep Abd. Kadir membenarkan hal tersebut. Meski begitu, dia menyatakan kedua tangki tersebut masih dalam kondisi prima dan siap dioperasikan untuk melayani kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.
“Kondisinya masih bagus dan bisa digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke daerah yang terdampak kekeringan,” katanya.
Dia menyatakan, keterbatasan armada tidak akan menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, BPBD telah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi untuk membantu proses distribusi air bersih apabila kebutuhan meningkat.
“Untuk pendistribusian air bersih, kami juga bekerja sama dengan PMI, PDAM, Dinsos P3A, dan instansi lainnya. Jadi, meski hanya punya dua armada, kami masih bisa melayani permintaan masyarakat berkat kerja sama itu,” ulasnya.
Menurutnya, penyaluran bantuan air bersih akan dilakukan berdasarkan permohonan yang masuk dari desa atau masyarakat terdampak.
Hal itu guna memastikan bantuan disalurkan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“Kami hanya menyalurkan air bersih ke daerah yang sudah mengajukan permohonan. Jika tidak mengajukan, kemungkinan air bersih di suatu wilayah masih tersedia,” ucapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Ramzi meminta BPBD tidak hanya menunggu pengajuan dari masyarakat.
Menurutnya, pemerintah harus lebih proaktif mendatangi wilayah yang telah mengalami kekeringan parah agar kebutuhan air bersih warga dapat segera terpenuhi.
“Jangan hanya menunggu pengajuan untuk penyaluran. BPBD juga harus jemput bola dengan menyalurkan air bersih ke masyarakat. Meski tidak mengajukan, kalau kondisinya sudah kering kritis, harus tetap ada penyaluran ke daerah terdampak. Apalagi, saat ini terdapat 73 desa berstatus siaga darurat bencana kekeringan,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri