SUMENEP, RadarMadura.id – Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ambunten Tengah dan Ambunten Timur resmi diresmikan pada Jumat (3/7).
Jembatan gantung sepanjang 40 meter itu dapat memangkas waktu tempuh warga, memperlancar mobilitas, dan mendorong peningkatan perekonomian serta akses pendidikan masyarakat.
Sekadar diketahui, sebelum jembatan dibangun, warga harus menempuh perjalanan memutar dengan waktu yang cukup lama untuk menuju desa tetangga.
Pada musim kemarau, sebagian warga bahkan memilih menyeberangi sungai secara langsung untuk mempercepat perjalanan.
Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir bersama Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), dan perangkat desa setempat.
Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin mengapresiasi pembangunan jembatan gantung tersebut.
Dia menilai keberadaan Jembatan Perintis Garuda itu akan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
“Jembatan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat. Selain itu, keberadaannya juga dapat meningkatkan perekonomian dan memudahkan anak-anak menuju sekolah,” terangnya.
Oleh sebab itu, ia berharap pembangunan jembatan dapat terus diperluas ke daerah lain di Kabupaten Sumenep yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur penghubung.
Dengan demikian, konektivitas antardaerah dapat semakin baik dan kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat.
“Kami harap pembangunan jembatan seperti ini terus berlanjut ke wilayah lain yang masih membutuhkan akses penghubung,” harapnya.
Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir menyatakan, jembatan tersebut bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, tetapi merupakan simbol pemersatu dua desa yang selama ini dipisahkan oleh sungai.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu 89 hari dari target 92 hari.
“Harapan kami, seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih besar dari pembangunan ini,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Selain mempermudah mobilitas, jembatan juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi antardesa.
“Saya berharap perekonomian dua desa semakin meningkat karena satu desa memiliki potensi hasil laut, sedangkan desa lainnya didominasi sektor pertanian. Keduanya saling melengkapi dan saling bertukar hasil,” ujarnya.
Kohir menilai jembatan tersebut akan mempermudah akses pendidikan bagi para pelajar.
Jika sebelumnya anak-anak harus memutar selama 15 hingga 20 menit, kini waktu tempuh menuju desa seberang hanya kurang dari satu menit.
Kohir menambahkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk membuka keterisolasian wilayah dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di pelosok.
Dia memastikan, pembangunan jembatan serupa akan terus dilakukan di berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan.
“Program ini adalah inisiasi Bapak Presiden untuk menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Salah satu fokusnya adalah membangun jembatan di wilayah yang selama ini terpisah oleh sungai,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri