SUMENEP, RadarMadura.id – Kekosongan jabatan Inspektur Inspektorat Sumenep berlangsung sejak lama. Namun, kekosongan itu belum diisi pejabat definitif.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep beralasan masih menunggu persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan, pengisian jabatan inspektur sebenarnya sudah memasuki tahap akhir.
Pemkab telah menyelesaikan seluruh tahapan yang harus dilalui dalam mengisi jabatan strategis tersebut. Salah satunya, melaksanakan asesmen.
Hasil asesmen yang dilaksanakan menjadi dasar dalam menempatkan pejabat di kursi inspektur.
”Untuk pengisian inspektur sudah kami ajukan. Hasil asesmennya juga sudah ada,” katanya.
Namun, hingga saat ini Fauzi belum dapat mengambil sumpah dan janji jabatan terhadap sosok yang dipilih menjadi inspektur.
Alasannya, menunggu izin dari Kemendagri. Persetujuan tersebut menjadi syarat yang harus dipenuhi sebelum pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ditetapkan secara definitif.
”Cuma masih menunggu izin dari Kemendagri,” ucap Fauzi.
Fauzi menambahkan, pemkab terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses administrasi tersebut dapat segera diselesaikan.
Dengan demikian, kekosongan jabatan yang telah berlangsung cukup lama bisa segera terisi. Pihaknya optimistis proses tersebut tidak akan memakan waktu lama.
Sebab, seluruh tahapan yang menjadi kewenangan pemkab telah rampung dan tinggal menunggu persetujuan pemerintah pusat.
Baca Juga: Turut Tergugat Gara-gara Jadi Penengah Usai BNI Pasang Plang di Aset Penunggak Agunan
”Dalam waktu dekat pasti segera terisi definitif,” ucapnya.
Saat ini jabatan inspektur diisi pelaksana tugas (Plt). Langkah itu dilakukan agar fungsi pengawasan internal tetap berjalan normal dan tidak mengganggu pelaksanaan program pembangunan.
”Untuk sekarang masih dijabat oleh Plt,” tukasnya.
Pemkab Sumenep berharap pengisian jabatan kepala inspektorat dapat segera terealisasi.
Kehadiran pejabat definitif juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan profesional.
”Kita sedang mencari orang yang tepat untuk memimpin inspektorat,” imbuh Fauzi. (iqb/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti