SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumenep tahun ini menyediakan anggaran senilai Rp 165.016.967.
Anggaran itu konon akan digunakan untuk menunjang pelaksanaan pelatihan kerja, yaitu sebagai bahan praktik peserta.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas serta Hubungan Industrial Disnaker Sumenep Eko Ferryanto menyatakan, barang yang diadakan bukan berupa bantuan untuk peserta, tetapi sebagai bahan praktik bagi peserta.
“Sebagian barang bersifat habis pakai selama proses pelatihan berlangsung, sementara sebagian lainnya tetap menjadi aset kantor,” katanya.
Menurut dia, hingga saat ini Disnaker telah menyelesaikan enam dari total delapan program pelatihan kerja yang direncanakan pada tahun ini.
Seluruh pengadaan barang tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis pelatihan.
“Saat ini hanya tinggal dua pelatihan yang masih belum selesai,” ulasnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menekankan agar pengadaan barang dalam program pelatihan dilakukan secara tepat guna dan memperhatikan kualitas.
“Jangan sampai anggaran itu tidak memberikan dampak bagi peningkatan keterampilan peserta,” katanya.
Dia meminta Disnaker melakukan evaluasi terhadap efektivitas setiap program pelatihan, termasuk tindak lanjut setelah peserta menyelesaikan pelatihan, sehingga tujuan utama dari program tersebut dapat diukur secara jelas.
“Disnaker harus bisa mengukur keluaran dan hasil dari setiap pelatihan. Berapa peserta yang akhirnya bisa bekerja atau membuka usaha sendiri, itu yang perlu menjadi perhatian kami,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri