Sebab, anggaran yang dialokasikan cukup besar. Satu paket mamin dianggarkan Rp 72 ribu.
Total pagu anggaran mamin di instansi tersebut dalam setahun mencapai Rp 82.440.000.
Dana puluhan juta itu dipecah menjadi 19 paket kegiatan pada tahun anggaran berjalan.
Baca Juga: Proppo Jadi Atensi, Polisi Kembali Ciduk 3 Pria dan Sita Puluhan Gram Sabu
Sebanyak 9 paket dialokasikan untuk kegiatan rapat dengan nilai pagu mencapai Rp 58.680.000.
Sementara 10 paket lainnya untuk kegiatan di luar rapat yang mencapai Rp 23.760.000.
Pagu anggaran paling besar tercatat pada kegiatan belanja mamin rapat penyelenggaraan rapat koordinasi dan konsultasi SKPD yang mencapai Rp 28.800.000.
Konsumsi rapat tersebut berupa makanan dan snack sebanyak 50 kali pertemuan dengan jumlah peserta delapan orang atau setara 400 paket konsumsi.
Setiap paket dianggarkan Rp 72 ribu untuk makanan dan snack.
Selain itu terdapat anggaran sebesar Rp 8.280.000 untuk pengadaan mamin dalam rangka penguatan kelembagaan kelompok tani hutan (KTH).
Baca Juga: Kasus Kredit MSW di Wonosobo, BRI Sebut Nasabah Menunggak Sejak 2023 dan Telah Direstrukturisasi
Kegiatan tersebut mencakup 130 paket konsumsi dengan nilai rata-rata sekitar Rp 63.692 per paket.
Anggaran lainnya tercatat pada kegiatan penyiapan perhutanan sosial.
Untuk kebutuhan konsumsi sebanyak 60 paket, CDK Wilayah Sumenep mengalokasikan dana sebesar Rp 4.320.000 atau sekitar Rp 72 ribu per paket.
Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) CDK Wilayah Sumenep Ahmad Murtadha mempertanyakan sumber data yang diperoleh koran ini.
Dia mengaku belum mendapatkan secara detail berkenaan dengan porsi anggaran mamin tersebut.
”Mohon izin, Pak, dapat data dari mana ya?” tanyanya saat dikonfirmasi terkait pagu anggaran mamin tersebut.
Baca Juga: Ada Promo Kredit Yamaha MX King 150, Cicilan Mulai Rp 1,4 Jutaan dan DP Diskon Rp 1,5 Juta
Sayangnya, Murtadha belum bisa memberikan penjelasan terperinci terkait nominal anggaran tersebut.
Menurutnya, data tersebut perlu diverifikasi terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan informasi.
”Masih akan dikroscek berkenaan dengan angka pastinya,” ungkapnya.
Murtadha mengaku tidak hafal secara detail mengenai besaran anggaran mamin yang tercantum dalam dokumen tersebut.
Sebab, banyak porsi anggaran dari berbagai kegiatan yang melekat di institusinya.
”Saya juga tidak hafal berkenaan dengan nominal dana maminnya,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti