SUMENEP, RadarMadura.id – Perekonomian Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan Wakil Bupati KH Imam Hasyim terus menunjukkan tren positif.
Sepanjang 2025, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) mencapai 4,85 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 3,77 persen.
Pertumbuhan ekonomi itu ditopang sejumlah sektor riil yang menjadi basis perekonomian daerah, terutama sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Ketiga sektor tersebut masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat serta memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Kota Keris.
Kontribusi sektor-sektor tersebut juga tercermin dari capaian indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 1.390,57 persen.
Selain itu, daya saing investasi daerah turut menguat dengan capaian indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 84,56 persen.
Tak hanya itu, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Realisasi kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 87,10 persen dari target yang telah ditetapkan.
Sementara itu, pemerataan ekonomi di Kabupaten Sumenep terus membaik. Hal tersebut ditunjukkan dengan penurunan indeks gini menjadi 0,221 pada 2025, yang sekaligus menjadi yang terendah di Jawa Timur.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan berbagai program pembangunan yang mengacu pada visi "Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera".
Sepanjang 2025, Pemkab Sumenep melaksanakan 242 program, 470 kegiatan, dan 634 sub-kegiatan yang dijalankan oleh 55 organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut dia, seluruh program tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Capaian ini tentu berkat kerja keras semua pihak," katanya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu berharap seluruh OPD terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan berbagai inovasi guna menyukseskan program pembangunan yang telah direncanakan.
Selain itu, evaluasi terhadap program yang telah berjalan juga harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Saya ingin program yang telah direncanakan untuk kesejahteraan masyarakat dijalankan dengan sebaik mungkin," imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri