Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pulau Sadulang Kecil Direndam Rob, Warga Sebut Hampir Tiap Bulan

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:08 WIB
BANJIR ROB: Warga melewati jalan yang terendam di Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Sumenep. (ERLINA FATIN UNTUK JPRM)
BANJIR ROB: Warga melewati jalan yang terendam di Desa Sadulang, Kecamatan Sapeken, Sumenep. (ERLINA FATIN UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Desa Sadulang, Pulau Sadulang Kecil, Kecamatan Sapeken, direndam rob. Fenomena naiknya air laut tersebut menggenangi kawasan permukiman dan akses jalan masyarakat.

Salah satu warga Desa Sadulang Erlina Fatin menuturkan, fenomena tersebut terjadi hampir setiap bulan.

Menurutnya, waktu terjadinya tidak menentu, bisa berlangsung pada pagi, siang, sore, maupun malam hari.

"Di sini hampir tiap bulan terjadi fenomena seperti ini," terangnya.

Fatin menjelaskan, ketika air laut mengalami pasang tinggi, seluruh kawasan pulau terdampak.

Akibatnya, dua dusun yang ada di Pulau Sadulang Kecil, yakni Dusun Gowa dan Dusun Buton, tidak luput dari genangan air laut.

"Pokoknya satu kampung, satu pulau kena semua kalau air pasang. Rata semuanya," jelasnya.

Fatin mengungkapkan, air yang menggenangi permukiman tidak hanya datang dari laut secara langsung, tetapi juga muncul dari permukaan tanah.

Dia menduga, kondisi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik pulau yang memiliki dataran rendah dengan kontur tanah berpasir.

"Mungkin karena datarannya rendah," ucapnya.

Dia menambahkan, tingginya aktivitas pembangunan dan pengambilan pasir untuk kebutuhan konstruksi rumah diduga ikut memengaruhi lingkungan pulau.

Dia menyebut, pulau berukuran kecil itu memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi.

"Pasir banyak diambil untuk nembok dan membangun rumah. Pulau ini kecil, tetapi penduduknya padat sehingga banyak pembangunan," imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah daerah segera melakukan kajian serta upaya penanganan agar banjir rob yang terus berulang dapat diminimalkan.

Sebab, genangan air laut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak rumah warga serta fasilitas umum di pulau tersebut.

Sementara itu, Pj Kades Sadulang, Kecamatan Sapeken, Sapuli belum bisa dimintai keterangan terkait adanya banjir rob tersebut. Saat dihubungi melalui nomor yang biasa digunakan, tidak aktif. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Pulau Sadulang Kecil #hampir tiap bulan #pembangunan dan pengambilan pasir #banjir rob