Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nelayan Asal Raas Ditemukan Meninggal Sehari Setelah Berangkat Mancing

Amin Basiri • Kamis, 18 Juni 2026 | 06:25 WIB
BERDUKA: Korban saat dievakuasi ke rumahnya di Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Sumenep, Selasa (16/6) malam.
BERDUKA: Korban saat dievakuasi ke rumahnya di Desa Kropoh, Kecamatan Raas, Sumenep, Selasa (16/6) malam.

SUMENEP, RadarMadura.id – Amsuri, sempat dilaporkan hilang karena tidak kunjung pulang setelah berangkat mancing, pada Senin (15/6) sekitar pukul 08.00.

Nelayan asal Dusun/Desa Kropoh, Kecamatan Raas itu berangkat menggunakan perahu dayung jenis losongan (montek) untuk mencari ikan. 

Hingga malam hari, Amsuri dikabarkan tidak pulang. Keesokan harinya, tepatnya Selasa sekitar pukul 04.00, warga menemukan sebuah perahu dayung berwarna hijau muda milik Amsuri mengapung di sekitar perairan dekat Pelabuhan Talebuk, Desa Kropoh.

Pria berusia 55 tahun itu ditemukan meninggal dunia di perairan Desa Kropoh, Selasa (16/6) malam. 

Kasat Polairud Polres Sumenep AKP Moch. Rofiq mengutarakan, jasad korban ditemukan saksi Asari dan Mahmudin.

Keduanya tengah mencari ikan menggunakan perahu dayung di perairan utara Pelabuhan Talebuk Desa Kropoh. 

Menurutnya, Korban ditemukan dalam posisi telungkup tersangkut di batu karang sekitar 500 meter dari bibir pantai.

”Setelah didekati dan diperiksa, saksi mengenali mayat tersebut sebagai Amsuri yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di laut,” tuturnya. 

Dia menjelaskan, usai menemukan jasad korban, salah satu saksi tetap berada di lokasi untuk menjaga jasad Amsuri agar tidak hanyut terbawa arus.

Sementara saksi lainnya menyampaikan informasi kepada pihak keluarga dan warga setempat di darat. 

Beberapa saat kemudian, keluarga bersama warga mengevakuasi korban ke tepi pantai.

”Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat pernyataan penolakan otopsi,” jelasnya. 

Rofiq mengungkapkan, petugas telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat, khususnya nelayan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut. 

”Perhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar guna mencegah terjadinya kecelakanaan maupun musibah serupa,” pesannya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#korban #RAAS #mancing #meninggal dunia