Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Penanaman Bibit Sedot Anggaran Ratusan Juta, DPRD Sumenep  Ingatkan Perawatan Harus Berkelanjutan

Amin Basiri • Jumat, 12 Juni 2026 | 07:00 WIB
HIJAU: Sejumlah warga tengah bersantai di Taman Tajamara, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.
HIJAU: Sejumlah warga tengah bersantai di Taman Tajamara, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 255.714.800 untuk pengadaan bibit pohon. Saat ini seluruh bibit telah selesai dibelanjakan dan tinggal menunggu pelaksanaan penanaman.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep Moh. Hasinuddin Firdaus mengatakan, pengadaan bibit tersebut sudah selesai dibelanjakan beberapa waktu lalu. Jumlah bibit yang disiapkan mencapai 350 batang.

”Proses penanaman insyaallah akan dilakukan pada Juli. Saat ini masih menunggu penyelesaian administrasi pencairan anggaran,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan, kegiatan penanaman  akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai komunitas lingkungan hingga warga desa di lokasi kegiatan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program penghijauan tersebut.

”Rencananya, lokasinya di jalan di daerah Kota, Lenteng, dan Ganding,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi menyampaikan, program tersebut harus disertai perawatan yang berkelanjutan agar bibit yang ditanam tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Sebab, tingkat keberhasilan penghijauan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga keberlangsungan hidup tanaman setelah ditanam.

”Yang paling penting bukan hanya menanam, tetapi bagaimana pohon-pohon itu dirawat hingga tumbuh besar dan memberikan manfaat bagi masyatakat. Jangan sampai setelah ditanam justru banyak yang mati karena kurang perawatan,” pintanya.

Dia juga meminta DLH untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses penanaman dan pemeliharaan. Menurutnya, dengan adanya partisipasi warga, rasa memiliki akan lebih tinggi sehingga keberlanjutan program dapat terjaga.

”Program penghijauan tersebut dapat terus diperluas ke berbagai wilayah di Sumenep, terutama kawasan yang minim ruang terbuka hijau. Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan daerah,” tandasnya. (tif/bil)

 

Editor : Amin Basiri
#anggaran #bibit pohon #DLH Sumenep