SUMENEP, RadarMadura.id – Kondisi fasilitas olahraga di Kabupaten Sumenep hingga kini masih jauh dari kata layak. Baik sarana latihan atlet maupun prasarana pendukung olahraga lainnya banyak yang membutuhkan perbaikan.
Namun, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep dinilai belum memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ketua Harian KONI Sumenep Abdul Kadir Al Mahdaly mengatakan, pihaknya kerap menjadi sorotan kalangan legislatif karena dianggap kurang maksimal dalam mengurus pembinaan olahraga.
Padahal, salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah minimnya dukungan sarana dan prasarana olahraga.
"Memang kondisinya seperti ini. Banyak sarana latihan yang masih kurang dan sejumlah tempat latihan atlet juga belum memadai. Kalau tidak mendapat dukungan dari pemerintah, bagaimana prestasi atlet bisa meningkat," katanya.
Menurut Kadir, KONI telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah. Namun, hingga saat ini belum ada langkah nyata untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Karena itu, pihaknya meminta seluruh cabang olahraga (cabor) memaksimalkan fasilitas yang tersedia sembari menunggu adanya perhatian dari pemerintah.
"Setiap kali rapat koordinasi dengan dinas terkait, kami selalu menyampaikan kondisi fasilitas olahraga di Sumenep," ujarnya.
Kadir menambahkan, alasan yang selalu disampaikan pemerintah ketika usulan perbaikan diajukan adalah keterbatasan anggaran.
Akibatnya, setiap tahun hanya tersedia anggaran pemeliharaan rutin yang nilainya relatif kecil dan belum mampu menjawab kebutuhan perbaikan secara menyeluruh.
"Alasannya selalu terkendala anggaran. Kami juga tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki kewenangan menentukan kebijakan penganggaran. Tetapi, kami akan terus mengusulkan perbaikan maupun penambahan sarana latihan atlet," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Sumenep Faruq Hanafi belum memberikan keterangan terkait kondisi fasilitas olahraga di GOR A. Yani. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui nomor telepon selulernya belum mendapatkan respons hingga berita ini ditulis. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri