SUMENEP, RadarMadura.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa.
Pancasila dinilai harus terus dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di tengah berbagai tantangan zaman.
Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau warisan sejarah bangsa.
Lebih dari itu, Pancasila merupakan identitas nasional yang harus diwujudkan dalam setiap kebijakan pemerintah maupun perilaku masyarakat sehari-hari.
”Pancasila adalah ideologi yang hidup. Nilai-nilainya tetap relevan dan menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis,” katanya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tersebut menilai penguatan nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda yang kini hidup di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta menguatnya politik identitas,” tuturnya.
Menurutnya, implementasi nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya melalui seremonial tahunan, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Karena itu, DPRD berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan publik yang memperkuat pendidikan karakter, partisipasi masyarakat, dan pembangunan yang berkeadilan.
Zainal juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial.
”Berbicara tentang Pancasila, maka yang dibicarakan adalah keadilan dan kesejahteraan. Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal akibat ketimpangan akses pelayanan publik maupun distribusi anggaran pembangunan,” tegasnya.
Zainal berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami dan dihafalkan, tetapi benar-benar menjadi pedoman hidup yang hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan, pemerintahan, hingga aktivitas sosial dan ekonomi.
”Pancasila harus terus hidup di tengah masyarakat. Bukan hanya di ruang kelas dan kantor pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai landasan membangun daerah dan bangsa,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri