Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengadaan Mesin Pengolahan Sampah DLH Sumenep Sedot Anggaran Rp 1,7 M

Amin Basiri • Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:19 WIB
MEGAH: Masyarakat melintas di depan kantor DLH di Jalan KH Mansyur, Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (26/5)
MEGAH: Masyarakat melintas di depan kantor DLH di Jalan KH Mansyur, Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (26/5)

SUMENEP, RadarMadura.id -! Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep menggelontorkan anggaran Rp 1,715 miliar untuk pengadaan mesin press horizontal. 

Itu menjadi belanja peralatan terbesar yang disiapkan DLH untuk mendukung pengolahan sampah di Kabupaten Sumenep.

Spesifikasi mesin press horizontal yang akan dibeli berkapasitas 1 ton per jam. Mesin tersebut memiliki ukuran 1.800 mm x 800 mm x 1.200 mm.

Juga menggunakan bodi plat setebal 12 mm, dilengkapi penggerak electro motor, serta memiliki daya tekan hingga 20 ton.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menyatakan, pengadaan mesin itu harus disertai perencanaan yang matang dan target yang jelas. Sehingga, dapat berdampak pada persoalan sampah di Sumenep. 

Pihaknya tak ingin pengadaan alat dengan anggaran miliaran rupiah itu hanya sekadar bancakan.

Sehingga, mitra kerjanya harus memastikan kesiapan pengelolaan dan pengoperasian sebelum pengadaan mesin dilakukan.

"Jangan sampai alatnya canggih, tapi operatornya tidak siap, sehingga akhirnya hanya menjadi pajangan", tegasnya. 

Politikus PKB itu juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pengadaan. Spesifikasi mesin harus sesuai kebutuhan di lapangan.

 Sebab, anggaran yang disiapkan cukup besar. Sehingga, harus bisa dipertanggungjawabkan.

Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada pengadaan peralatan dalam pengelolaan sampah.

Tetapi, juga harus memikirkan strategi jangka panjang pengelolaan sampah. 

Sebab, persoalan pengelolaan sampah yang terjadi bukan hanya masalah alat.Tetapi, juga disebabkan lemahnya sistem pengolahan dari hulu hingga hilir.

"Kalau pola pengangkutan dan pemilahan sampah masih amburadul, keberadaan mesin press saja tidak akan menyelesaikan masalah", tegasnya.

Kepala DLH Sumenep Anwar Syahroni Yusuf tidak dapat dimintai keterangan mengenai hal tersebut.

Saat dihubungi melalui nomor yang biasa digunakan, yang bersangkutan tidak merespons. (tif/jup)

Editor : Amin Basiri
#belanja alat #mesin press horizontal #DLH Sumenep