Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengadaan Bibit Pohon DLH Sumenep Dijanjikan Mulai Awal Juni

Amin Basiri • Rabu, 27 Mei 2026 | 06:00 WIB
TEDUH: Masyarakat tengah bersantai di Area Taman Tajamara di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu (24/5).
TEDUH: Masyarakat tengah bersantai di Area Taman Tajamara di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Minggu (24/5).

SUMENEP, RadarMadura.id – Program pengadaan bibit pohon yang diampu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep hingga kini belum terealisasi. Program tersebut dijanjikan mulai berjalan pada awal bulan depan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep Moh. Hasinuddin Firdaus menyampaikan, penyaluran sekaligus penanaman bibit direncanakan dimulai pada Juni mendatang. Pohon-pohon itu nantinya akan ditanam di sejumlah ruas jalan.

Beberapa titik yang menjadi sasaran program penghijauan tersebut berada di kawasan perkotaan hingga sejumlah kecamatan, seperti Lenteng dan Ganding. ”Insyaallah awal Juni sudah mulai direalisasikan,” ujarnya singkat.

Tahun ini DLH Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp 255.714.800 untuk pengadaan berbagai jenis bibit tanaman. Anggaran itu terbagi dalam empat paket kegiatan pengadaan.

Berdasarkan data sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), alokasi terbesar digunakan untuk pengadaan bibit jati senilai Rp 119.999.600. Selain itu, terdapat anggaran Rp 77.277.000 untuk pengadaan bibit sawo kecik, kelapa, mahoni, tabebuya daun lebar, matoa, dan sukun.

Kemudian, anggaran Rp 12.240.000 dialokasikan untuk pengadaan bibit alpukat dan pule. Sementara Rp 46.198.200 lainnya digunakan untuk tambahan pengadaan pohon sukun, sawo kecik, muris, dan matoa.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumenep Wahyudi meminta DLH memastikan program pengadaan bibit pohon tersebut tidak berhenti pada proses belanja barang semata. Menurut dia, program penghijauan harus dibarengi perencanaan penanaman dan perawatan yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Dia menilai anggaran ratusan juta rupiah yang dialokasikan untuk pengadaan bibit tanaman harus dapat dipertanggungjawabkan secara nyata, terutama dalam mendukung penghijauan dan penataan lingkungan di wilayah perkotaan maupun kecamatan. ”Program seperti ini harus memiliki keberlanjutan,” katanya.

Politikus tersebut juga meminta DLH memetakan lokasi penanaman secara detail, termasuk jumlah bibit yang akan ditanam di masing-masing wilayah. Menurutnya, keterbukaan data penting agar program tersebut dapat diawasi bersama dan tepat sasaran.

Selain itu, dia mendorong agar pengadaan bibit memprioritaskan tanaman yang memiliki daya tahan baik serta sesuai dengan kondisi lingkungan di Sumenep. ”Program penghijauan ini jangan hanya bersifat seremonial, tetapi harus benar-benar mampu menambah ruang hijau dan memperbaiki kualitas lingkungan daerah,” tandasnya. (tif/han)

Editor : Amin Basiri
#pengadaan #bibit pohon #DLH Sumenep