SUMENEP, RadarMadura.id – Bantuan bibit tembakau kepada para petani yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) hingga saat ini belum direalisasikan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep menyebut kini masih dalam tahap usulan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) di setiap kecamatan.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menjelaskan, pihaknya tahun ini mendapatkan DBHCHT sebesar Rp 3 miliar.
Dana tersebut direncanakan untuk pengadaan pupuk, bibit tembakau, dan sekolah pertanian lapang.
Menurutnya, proses penyaluran bantuan saat ini masih berada pada tahap pengajuan data calon penerima.
Usulan tersebut disampaikan oleh PPL kepada dinas berdasarkan potensi lahan tembakau di wilayah masing-masing.
”Usulan itu dari internal penyuluh, bukan langsung dari kelompok tani. Penyuluh yang mengetahui wilayah mana yang potensial untuk tanaman tembakau,” terangnya.
Dia menjelaskan, karena keterbatasan anggaran, setiap kecamatan rata-rata hanya mendapatkan jatah satu kelompok tani penerima bantuan.
Namun, untuk wilayah sentra tembakau seperti Kecamatan Guluk-Guluk, Pasongsongan, dan Ganding, jumlah kelompok penerima bisa mencapai dua hingga tiga kelompok tani.
”Yang penting semua kecamatan tetap mendapat bantuan,” katanya.
Setiap kelompok tani nantinya akan menerima sekitar 3.000 benih tembakau.
Benih tersebut terlebih dahulu disemai sebelum bibitnya dibagikan kepada seluruh anggota kelompok tani untuk ditanam di lahan masing-masing.
”Belanja benihnya lansung ke Balai Benih Nasional, varietas yang kami pilih merupakan benih lokal Sumenep jenis Prancak 95 sebagai upaya mempertahankan varietas unggulan daerah,” ucapnya.
Dia menambahkan, realisasi program juga masih mempertimbangkan kondisi cuaca.
Sebab, di sejumlah wilayah di Sumenep saat ini masih terjadi hujan sehingga dinilai belum ideal untuk penanaman tembakau.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, program tersebut harus segera direalisasikan pada penerima.
Sebab, saat ini para petani di sejumlah kecamatan sudah banyak yang mulai menanam termbakau.
”Program ini harus benar-benar memberikan dampak langsung pada masyarakat, khususnya para petani tembakau,” tegasnya. (tif/han)
Editor : Amin Basiri