Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kemenag Sumenep Siapkan Rp 225 Juta untuk Buku Pelajaran, Penyedia Masih Belum Diumumkan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 24 Mei 2026 | 08:30 WIB
MEGAH: Pengendara melintas di depan kantor Kementerian Agama Sumenep di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sabtu (23/5). (MOH. IQBAL/JPRM)
MEGAH: Pengendara melintas di depan kantor Kementerian Agama Sumenep di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sabtu (23/5). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah untuk pengadaan buku teks pelajaran tahun anggaran 2026.

Namun, hingga kini penyedia pengadaan tersebut belum diumumkan.

Anggaran itu tercatat dalam rencana umum pengadaan (RUP) dengan kode 299168.

Berdasarkan dokumen tersebut, pengadaan buku teks pelajaran dibagi menjadi dua paket pekerjaan dengan total pagu mencapai Rp 225.300.000.

Baca Juga: TPID Sumenep Ancam Pedagang Nakal, Jual MinyaKita di Atas HET Dikenakan Sanksi

Masing-masing paket memiliki nilai Rp 112.650.000.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, anggaran tersebut diproyeksikan untuk pengadaan sebanyak 7.510 eksemplar buku teks pelajaran.

Harga satuannya dipatok Rp 30 ribu per buku.

Pengadaan itu diperkirakan untuk memenuhi kebutuhan distribusi buku di lingkungan madrasah di bawah naungan Kemenag Sumenep.

Metode yang digunakan dalam pengadaan tersebut yakni pengadaan langsung.

Pemilihan metode itu disesuaikan dengan nilai pagu serta jenis barang yang dibelanjakan.

Dalam jadwal RUP, proses pemilihan penyedia berlangsung mulai Maret hingga Mei 2026.

Sedangkan pelaksanaan kontrak dijadwalkan pada Juni sampai Desember 2026.

Adapun pemanfaatan barang dan jasa direncanakan berlangsung Agustus hingga Desember 2026.

Kepala Kemenag Sumenep Abd. Wasid mengatakan, identitas penyedia yang akan mengerjakan paket pengadaan tersebut masih belum diumumkan karena prosesnya masih tahap persiapan. ”Masih proses itu,” katanya.

Menurut Wasid, pengadaan buku teks pelajaran merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.

Baca Juga: KPK Periksa 16 Saksi, ASN hingga Ketua Pokmas Dimintai Keterangan

Ketersediaan buku dinilai penting untuk menunjang proses belajar mengajar sesuai kebutuhan kurikulum.

”Yang pasti ini untuk penunjang pendidikan di madrasah. Jadi keberadaannya sangat penting dianggarkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, pengadaan akan diprioritaskan bagi jenjang pendidikan yang membutuhkan tambahan bahan ajar.

Distribusi buku nantinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Selain jumlah buku, kualitas isi dan kesesuaian dengan standar pendidikan Kemenag juga menjadi perhatian dalam proses pengadaan.

Penyedia yang terpilih nantinya wajib memenuhi spesifikasi teknis sesuai dokumen pengadaan.

”Nanti pasti akan kita sampaikan secara terbuka terkait pengadaan ini,” imbuhnya. (iqb/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#belum diumumkan #ratusan juta #kemenag sumenep #Penyedia #pengadaan buku