
SUMENEP, RadarMadura.id – Setiap program yang direalisasikan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep sudah ada anggarannya.
Contohnya, program manajemen pendidikan yang tahun ini nominalnya mencapai Rp 104.058.000.
Anggaran ratusan juta tersebut terpampang di Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kemenag Sumenep dengan kode 29810. Pagu anggaran terbagi dalam 12 jenis kegiatan.
Mulai dari kebutuhan operasional sehari-hari, upgrade/pemutakhiran peralatan kantor, dan belanja honor operasional satuan kerja.
Ada juga layanan peningkatan prestasi dan potensi siswa/santri dan belanja keperluan perkantoran.
Termasuk belanja perjalanan dinas dalam kota dan belanja perjalanan dinas biasa. Anggaran setiap program berkisar jutaan hingga puluhan juta (lihat grafis).
Kepala Kantor Kemenag Sumenep Abdul Wasid mengaku tidak mengetahui secara detail berkenaan dengan pagu anggaran yang melekat di institusinya.
Sebab, terdapat bagian khusus yang menangani persoalan anggaran. “Kalau soal anggaran saya tidak hafal,” katanya.
Namun Wasid memastikan jika anggaran yang ada di institusinya itu sudah sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari kegiatan di dalam maupun luar kantor.
Semuanya sudah diperhitungkan sesuai dengan program yang akan direalisasikan selama setahun.
“Yang pasti itu sudah sesuai kebutuhan kantor. Yang menentukan anggaran itu langsung dari pusat,” ucapnya.
Sementara itu, pemerhati kebijakan publik, Makhtub Syarif berpendapat, alokasi anggaran di kantor Kemenag Sumenep perlu dicermati lebih detail.
Tujuannya, untuk memastikan apakah dananya sesuai peruntukan atau tidak.
“Apalagi ini kan uang negara, jadi harus kita awasi bersama. Jangan sampai anggarannya ada, tapi kegiatannya tidak ada atau tidak terealisasi,” tuturnya.
Syarif menyampaikan, kinerja Kemenag juga harus ditingkatkan. Sebab, sudah mendapatkan anggaran dari negara.
“Kami juga ingin ada transparansi penggunaan anggaran di kantor Kemenag. Itu penting agar publik bisa juga melakukan kontrol,” imbuhnya. (iqb/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti