SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Yakni, lomba pembawa acara bahasa Madura (pewara) cilik, unplugged coding, dan menulis cerita. Lomba tersebut digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep kemarin (18/5).
Kepala Dispendik Sumenep Moh. Iksan menyampaikan, kejuaraan tersebut diikuti siswa tingkat SD se-Kabupaten Sumenep. Ratusan siswa dari berbagai sekolah antusias mengikuti kejuaraan tersebut.
Perinciannya, lomba pewara cilik diikuti 27 peserta, menulis cerita 54 peserta, dan unplugged coding sebanyak 20 tim, setiap tim berisi lima siswa.
”Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Sumenep,” ujarnya.
Iksan menjelaskan, rangkaian kegiatan Hardiknas digelar tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga mencakup bidang seni dan budaya. Misalnya, lomba unplugged coding.
Lomba ini menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan kompetensi peserta didik sejak dini.
”Lomba ini bertujuan mengenalkan pola pikir komputasional, logika, kemampuan memecahkan masalah, serta kerja sama tim kepada siswa tanpa harus bergantung pada perangkat digital,” jelasnya.
Lomba menulis cerita digelar untuk mengasah kemampuan literasi, imajinasi, kreativitas, serta keberanian siswa dalam menuangkan gagasan melalui tulisan.
”Kami ingin siswa tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikatif, dan inovatif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” terangnya.
Iksan menambahkan, lomba pewara cilik digelar karena dispendik ingin membiasakan siswa memahami, menggunakan, sekaligus mencintai bahasa Madura sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Kegiatan tersebut juga menjadi langkah konkret dalam upaya pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Sumenep.
”Lomba pewara cilik itu digelar sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2025 tentang Penggunaan Bahasa Daerah,” paparnya.
Iksan mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepala sekolah, guru, serta tim juri yang telah mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, profesionalisme para juri dalam menilai lomba coding, pewarta, maupun menulis cerita menjadi jaminan bahwa peserta berprestasi lahir dari kompetisi ini.
”Anak-anak yang mengikuti lomba hari ini adalah siswa-siswa hebat yang mewakili sekolah masing-masing,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri