Yakni, di Desa Basoka dan Desa Bunbarat. Proyek tersebut melekat di Dinas Ketahanan Pengan dan Pertanian (DKPP) Sumenep.
Namun, hingga memasuki pertengahan triwulan kedua 2026, program itu belum dilaksanakan.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengakui proyek pembangunan gudang penyimpanan benih itu belum dimulai.
Sebab, masih dalam tahap pemilihan rekanan yang akan menggarap proyek itu.
Proses itu membutuhkan waktu yang cukup panjang karena banyak dokumen persyaratan yang harus dipersiapkan.
”Memang belum dikerjakan, baru selesai perencanaan. Sekarang kita masih proses penunjukan pelaksananya,” ujarnya.
Pria yang biasa disapa Inong itu memastikan, dua paket proyek yang melekat di lembaganya bisa selesai tahun ini.
Sebab, pembangunannya diagendakan dimulai pertengahan bulan ini.
”Kami pastikan akan dikerjakan dalam waktu dekat ini,” ucapnya.
Pembangunan gudang itu untuk dijadikan tempat penyimpanan benih bawang merah.
Sebab, bawang merah harus diperlakukan berbeda dibandingkan tanaman lainnya. Tujuannya, agar lebih awet.
”Di Kecamatan Rubaru ini kan ada sentra pertanian bawang merah yang cukup bagus. Makanya butuh gudang penyimpanan khusus,” tegas Inong.
Pihaknya memang membangun gudang penyimpanan yang cukup banyak di Rubaru. Itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan petani setempat.
”Yang jelas ini untuk peningkatan sektor pertanian setempat,” imbuhnya. (iqb/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti