Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gus Yahya Tekankan Persatuan dan Transformasi Jam’iyah

Hera Marylia Damayanti • Senin, 18 Mei 2026 | 05:35 WIB
BERWIBAWA: Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tiga dari kiri) didampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (baju hitam) dan jajaran lainnya saat menghadiri pelantikan pengurus PCNU Sumenep di Pesantren Al-Karimiyyah, Sabtu (16/5). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
BERWIBAWA: Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tiga dari kiri) didampingi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo (baju hitam) dan jajaran lainnya saat menghadiri pelantikan pengurus PCNU Sumenep di Pesantren Al-Karimiyyah, Sabtu (16/5). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026–2031 dilantik di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Karimiyyah, Sabtu (16/5).

Acara itu dihadiri langsung Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Sosok yang biasa disapa Gus Yahya itu memaparkan, PBNU telah menetapkan tiga agenda besar yang akan dilaksanakan ke depannya.

Pertama, transformasi organisasi atau jam’iyah. Kedua, reposisi untuk mendudukkan jam’iyah secara lebih tepat dan strategis di tengah konstelasi sosial politik masyarakat, bangsa, dan negara.

”Sedangkan yang ketiga itu mengaktifkan peran NU di kancah internasional yang lebih strategis,” ujarnya.

Ketiga agenda itu penting untuk dilaksanakan agar peran NU ke depan lebih jelas dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa Indonesia.

”Agar NU tidak hanya ikut-ikutan orang, tapi betul-betul menyumbangkan sesuatu yang strategis untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah kemanusiaan,” tegasnya.

Selain itu, juga ada hal penting lainnya yang perlu ditanamkan semua pengurus NU di setiap tingkatan.

Yakni, menjadi kader NU harus benar-benar dari hati agar selaras dengan pesan dan seruan Rais Akbar NU KH Hasyim Asy’ari.

Yakni, warga NU harus masuk dan berhimpun dengan kasih sayang, cinta, serta persatuan lahir dan batin.

”Mari kita ingat kembali apa yang paling mendasar dari tujuan didirikannya Jam’iyah Nahdlatul Ulama ini, dan apa seruan yang paling mendasar dari pendirinya ketika mengajak para ulama bergabung di dalamnya. Mari kita bersatu,” tegas Gus Yahya. (iqb/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#transformasi organisasi #jam’iyah #Gus Yahya #pbnu