SUMENEP, RadarMadura.id – Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) kembali mengalir ke Kabupaten Sumenep. Tahun ini, kabarnya ada 500 penerima.
Pemkab Sumenep bakal memperketat pengawasan realisasi program dari pemerintah pusat tersebut.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, program BSPS terus disalurkan ke Sumenep. Baik di wilayah daratan dan kepulauan.
Dia menyebut, tahun ini kuota yang diberikan ke Sumenep sekitar 509 penerima.
”Informasi terakhir, kurang lebih ada 500 penerima yang diberikan oleh pemerintah pusat ke Sumenep,” katanya.
Dia menjelaskan, proses penyaluran bantuan tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan instruksi resmi yang diterimanya, tahun ini Pemkab Sumenep ikut terlibat langsung mengawasi program tersebut.
Untuk memaksimalkan program tersebut, Pemkab Sumenep menyiapkan dana sekitar Rp 250 juta.
Dana ratusan juta itu dialokasikan untuk pengawasan program BSPS 2026. Itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan realisasi program.
”Biaya pengawasannya dari kami, APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Kami anggarkan sekitar Rp 250 juta,” ungkapnya.
Menurutnya, pengawasan program tidak hanya dibebankan ke Pemkab Sumenep.
Pemerintah pusat juga bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan program tersebut. ”Tim pengawas dari pusat juga ada,” imbuh Fauzi.
Fauzi berharap, realisasi program BSPS bisa terlaksana dengan baik. Tidak lagi terjadi penyimpangan anggaran seperti realisasi tahun-tahun sebelumnya.
”Intinya, kami tidak ingin terjadi lagi hal serupa seperti tahun-tahun sebelumnya,” harapnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri