Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

TPA Dibiarkan Overload sejak 2018

Amin Basiri • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:00 WIB
FOKUS: Sejumlah pekerja tengah mengolah sampah di TPA di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep.
FOKUS: Sejumlah pekerja tengah mengolah sampah di TPA di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, dibiarkan sudah overload sejak 2018 lalu.

Hingga sekarang, sebanyak 40 ton sampah dibuang ke TPA tersebut.

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Achmad Junaidi mengutarakan, setiap orang menghasilkan sampah sekitar 0,36 kilogram setiap harinya.

Jadi total sampah yang dihasilkan mencapai 361 ton per hari. 

”Total sampah yang dihasilkan oleh penduduk Sumenep yang mencapai 1,1 jiwa yakni 361 ton setiap harinya,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, dari total sampah itu, 40 ton masuk ke TPA. Sisanya berada di layanan pengangkutan sampah yang tersebar di sembilan kecamatan. Menurutnya, sampah yang dikelola DLH selama ini berjenis organik.

”60 persen sampah organik seperti sisa makanan rumah tangga, sisanya 40 persen no organik seperti plastik, kaca, besi, dan sebagainya,” jelasnya. 

Dia menuturkan, pihaknya sudah berupaya mengelola sampah yang masuk ke DLH, salah satunya dengan refuse derived fuel (RDF).

Upaya itu dilakukan guna mengurangi timbunan yang masuk, sehingga umur TPA lebih panjang. 

”Tahun ini kami akan mengirim 30 ton RDF ke PT SBU untuk pengolahan sampah,” ucapnya. 

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri mengutarakan, sampah memang menjadi persoalah mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Sebab itu, ia meminta DLH agar lebih kreatif dalam mengelola sampah.

”Kalau TPA sudah overkapasitas, pengolahan sampah tidak boleh hanya bergantung pada kerja sama dengan PT SBI tbk itu,” tegasnya. 

Dia menyarakankan DLH agar mengrurangi timbunan sampah. Di antaranya meningkatkan produktivitas pengelolaan sampah reduce, reuce, recycle (TPS 3R).

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pemerintah.

Masyarakat juga harus mempunyai kesadaran untuk mengurangi konsumsi berlebihan dan jangan membuang sampah sembarangan. 

”DLH harus bersinergi dengan lintas sektor untuk mengurangi persoalan sampah. Misalnya, dengan giat sosialisasi ke masyarakat atau bekerja sama dengan aktivis lingkungan,” tandasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
#overload #sampah #DLH Sumenep