SUMENEP, RadarMadura.id – Bank Jatim terus memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Di antaranya melalui produk tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) sekaligus mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) 2026.
Program ini merupakan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi pelajar hingga usia 17 tahun melalui gerakan gemar menabung sejak dini.
Hal ini disampaikan Pimpinan Bank Jatim Cabang Sumenep Bambang Eko Budi Prakoso.
Dia mengatakan, tabungan SimPel menawarkan kemudahan pembukaan rekening dengan setoran awal hanya Rp 5.000 dan setoran berikutnya minimal Rp 1.000.
Nasabah juga tidak dikenakan biaya administrasi bulanan sehingga lebih ringan dan terjangkau bagi kalangan pelajar.
”Program ini dihadirkan sebagai sarana edukasi keuangan agar anak-anak dan remaja memahami pentingnya mengelola uang sejak usia sekolah. Melalui produk ini, kami mendorong pelajar untuk membangun kebiasaan menabung secara rutin sebagai bekal kemandirian finansial di masa depan,” katanya.
Menurutnya, tabungan SimPel juga dilengkapi berbagai fasilitas menarik, misalnya kartu ATM atau debit yang dapat didesain khusus sesuai karakter pelajar, serta buku tabungan khusus.
Dana yang tersimpan dipastikan aman dan dapat diakses sewaktu-waktu sesuai kebutuhan nasabah.
Dia menjelaskan, untuk membuka rekening SimPel, calon nasabah harus berstatus warga negara Indonesia, berusia di bawah 17 tahun, dan masih aktif sebagai murid di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.
Persyaratan administrasi yang dibutuhkan meliputi fotokopi kartu pelajar, NISN atau buku rapor, fotokopi kartu keluarga, serta KTP orang tua atau wali.
”Kami harap semakin banyak pelajar yang memiliki rekening tabungan sendiri sehingga budaya menabung dan pemahaman pengelolaan keuangan bisa tumbuh sejak usia dini,” terangnya.
Eko mengungkapkan, Bank Jatim Cabang Sumenep secara intensif menyosialisasikan program Kejar 2026 ke berbagai sekolah.
”Melalui program ini kami ingin menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, sekaligus memberikan pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang bijak kepada para pelajar,” ungkapnya.
Menurutnya, pengenalan literasi keuangan sejak bangku sekolah penting dilakukan sehingga bisa membentuk kesadaran tentang pengelolaan keuangan di masa depan.
”Melalui program ini, para pelajar diharapkan tidak hanya sekadar memiliki rekening, tetapi juga dapat memahami manfaat dan fungsi program perbankan secara tepat,” harapnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri