SUMENEP, RadarMadura.id – Komitmen mendorong literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar terus diperkuat PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) melalui program Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis digital.
Program tersebut dikembangkan sebagai upaya membangun budaya menabung sejak usia dini di lingkungan sekolah yang ada di Kabupaten Sumenep.
Salah satu inovasi yang dihadirkan bank milik Pemkab Sumenep itu adalah aplikasi BBS Sekolah.
Platform digital tersebut dirancang untuk mempermudah pengelolaan tabungan pelajar secara lebih aman, praktis, dan transparan melalui sistem pembayaran berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Melalui aplikasi tersebut, transaksi tabungan pelajar dapat dilakukan secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga.
Sistem itu diharapkan mampu meminimalkan potensi persoalan dalam pengelolaan tabungan pelajar sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan di lingkungan pendidikan.
BBS Sekolah juga dikembangkan dengan konsep keuangan syariah yang menyasar pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Program itu tidak hanya menjadi sarana menabung, tetapi juga media edukasi bagi pelajar agar lebih memahami pengelolaan keuangan secara sehat dan sesuai prinsip syariah.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Hairil Fajar mengatakan, pihaknya menargetkan kehadiran BBS Sekolah dapat membentuk kebiasaan menabung yang berkelanjutan di kalangan pemuda.
Selain itu, program tersebut diharapkan mampu memperluas ekosistem keuangan syariah yang inklusif di wilayah Sumenep.
“Program SimPel yang dijalankan BPRS Bhakti Sumekar merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).
Program itu digagas pemerintah untuk meningkatkan budaya menabung sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar di Indonesia,” ujarnya.
Dijelaskan, secara nasional program Kejar telah menjangkau puluhan juta pelajar dengan nilai tabungan yang mencapai puluhan triliun rupiah.
Capaian itu menunjukkan tingginya partisipasi pelajar dalam membangun kemandirian finansial sejak usia sekolah.
“Untuk di Kabupaten Sumenep, alhamdulillah presentasenya terus naik setiap tahun,” jelasnya.
Sebagai bentuk implementasi program itu, BPRS Bhakti Sumekar secara rutin melakukan kunjungan ke sekolah maupun lembaga pendidikan.
Kegiatan itu dilakukan guna memberikan edukasi terkait pentingnya menabung sekaligus memperkenalkan layanan SimPel kepada pelajar.
Konsistensi dalam mengembangkan program SimPel membawa BPRS Bhakti Sumekar meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional.
Pada 2025, bank syariah tersebut kembali menerima penghargaan dalam ajang Kejar Awards dan Financial Literacy Awards.
Dalam ajang tersebut, BPRS Bhakti Sumekar dinobatkan sebagai bank dengan implementasi program Kejar terbaik pada subkategori Bank Perekonomian Rakyat Syariah.
“Penghargaan ini menjadi bukti atas kontribusi aktif perusahaan kami dalam memperluas literasi keuangan di sektor pendidikan,” tegasnya.
Capaian pada 2025 itu menambah deretan prestasi yang sebelumnya telah diraih BPRS Bhakti Sumekar dalam bidang literasi keuangan.
Pada 2024 lalu, bank syariah daerah tersebut juga menerima penghargaan serupa sebagai Bank Implementasi Kejar terbaik nasional.
Tidak hanya itu, pada 2022 BPRS Bhakti Sumekar juga berhasil mengantarkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep sebagai lembaga mitra yang meraih penghargaan nasional pada kategori Satuan Pendidikan Implementasi Kejar terbaik.
“Berbagai prestasi yang diraih itu semoga semakin memperkuat komitmen kami dalam mendukung program Kejar dan memperluas akses layanan keuangan bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Sumenep,” tandasnya.
Hairil menambahkan, BPRS Bhakti Sumekar sudah cukup baik dalam mengimplementasikan program tersebut.
Menurutnya, sudah banyak sekolah yang bekerja sama dan banyak pelajar yang sudah memiliki rekening.
Meski begitu, dia mendorong agar semakin banyak sekolah di Sumenep, khususnya yang berbasis pesantren bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah, yakni dengan BPRS Bhakti Sumekar.
“Sekolah-sekolah berbasis pesantren di Sumenep akan terus kita dorong untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan syariah, yakni BPRS Bhakti Sumekar. Tujuannya, guna mendukung perekonomian syariah,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri