Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli Cetak Generasi Qurani

Amin Basiri • Jumat, 1 Mei 2026 | 15:21 WIB
APRESIASI: Pengasuh Pondok Pesantren KH Abdul Basyid Mujib menyerahkan sertifikat penghargaan Lomba Tartil Al-Qur’an Anak-Anak kepada pemenang.
APRESIASI: Pengasuh Pondok Pesantren KH Abdul Basyid Mujib menyerahkan sertifikat penghargaan Lomba Tartil Al-Qur’an Anak-Anak kepada pemenang.

SUMENEP, RadarMadura.id – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli di Dusun Barakma 001/001, Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk, Sumenep, tetap teguh dalam mencetak generasi Qurani.

Lembaga yang didirikan KH. Abdul Mannan Djasuli pada 1978 itu kini menaungi enam unit pendidikan formal dan pesantren. 

Enam lembaga di bawah yayasan tersebut meliputi Raudatul Atfal (RA) Nurul Islam, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Islam, Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam, Madrasah Diniyah (MD) Nurul Islam, serta pondok pesantren.

Dengan struktur lengkap dari usia dini hingga menengah atas, yayasan berupaya mengintegrasikan kurikulum agama dan pengetahuan umum sejak awal. 

Kekuatan utama yayasan terletak pada program unggulan berbasis Al-Qur’an yang berjenjang.

KOMPAK: Anggota Pramuka Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli Dasuk, Sumenep, berpose di depan lembaga.
KOMPAK: Anggota Pramuka Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli Dasuk, Sumenep, berpose di depan lembaga.

Untuk tingkat RA, para santri dibiasakan menghafal surat-surat pendek. Jenjang MI ditargetkan menuntaskan hafalan Juz 30. 

Sedangkan di MTs, fokusnya pada Tahsinul Qur’an untuk memperbaiki bacaan dan tajwid. 

Memasuki tingkat MA, santri tidak hanya dituntut hafal Al-Qur’an, tetapi juga mendalami hafalan nadzam Imrity dan Alfiyah Ibnu Malik sebagai basis penguasaan nahwu-shorof.

Pola berjenjang ini sebagai upaya membentuk santri yang fasih membaca, hafal, sekaligus paham kaidah bahasa Arab. 

Selain program inti, yayasan juga mengembangkan tujuh ekstrakurikuler untuk mengasah soft skill santri.

Ketujuh bidang itu yakni Pramuka, seni bela diri, kajian kitab kuning, retorika tiga bahasa, olahraga, seni Hadrah Al Banjari, hingga penguasaan IT. 

Kombinasi ini diyakini mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi pesantren. 

ANTUSIAS: Siswa kelas akhir MA Nurul Islam mengikuti workshop kepenulisan karya ilmiah.
ANTUSIAS: Siswa kelas akhir MA Nurul Islam mengikuti workshop kepenulisan karya ilmiah.

Konsistensi pembinaan itu berbuah prestasi. Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli pernah menyabet Juara Tahfidz Al-Qur’an tingkat Madura dan Juara Tahfidz tingkat Kabupaten Sumenep.

 Tak hanya itu, santri yayasan juga mencatat juara baca kitab Kuning tingkat Kabupaten, membuktikan kualitas pemahaman turats.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren KH Abdul Basyid Mujib, capaian tersebut bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk terus menjaga mutu.

”Target kami bukan sekadar lomba, tapi bagaimana santri menjadikan Al-Qur’an sebagai akhlak dan pedoman hidup,” ujarnya Jumat (1/5). 

Dengan usia yang akan menginjak 48 tahun pada 2026, Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli terus berbenah.

MELEK TEKNOLOGI: Siswa MI Nurul Islam belajar di laboratorium kompoter Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli Dasuk, Sumenep.
MELEK TEKNOLOGI: Siswa MI Nurul Islam belajar di laboratorium kompoter Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli Dasuk, Sumenep.

Dukungan masyarakat menjadi modal sosial penting agar cita-cita melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan melek teknologi tetap terjaga. 

Dari pelosok Dasuk, yayasan ini membuktikan bahwa pesantren tetap relevan.

Di tangan para santri, hafalan, kitab kuning, dan IT berjalan beriringan, merawat tradisi pesantren sekaligus menatap masa depan lebih cemerlang. (luq)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Amin Basiri
#Yayasan Nurul Islam Al Mannan Djasuli #sumenep #pesantren #prestasi