SUMENEP, RadarMadura.id – Realisasi program makan bergizi gratis (MBG) memberi dampak nyata di daerah.
Selain bermanfaat untuk pemenuhan gizi anak sekolah, program prioritas pemerintah pusat ini juga membuka lapangan kerja baru. Salah satunya dirasakan warga Kabupaten Sumenep.
Egal, warga Sumenep, bersyukur bisa terlibat langsung menjadi relawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Setiap hari dia bekerja di dapur MBG menyiapkan ribuan porsi makanan untuk siswa.
Baca Juga: DPC PPP Sumenep Gelar Muscab X, M. Syukri Dorong Kepemimpinan Militan dan Adaptif
”Alhamdulillah, manfaat program ini benar-benar terasa. Tidak hanya anak-anak yang dapat makan bergizi, tapi kami juga dapat pekerjaan,” ujarnya, Senin (27/4).
Menurut Egal, kehadiran dapur MBG di daerahnya menyerap cukup banyak tenaga kerja lokal. Mulai dari juru masak, petugas kebersihan, penyajian, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.
Bagi warga yang sebelumnya menganggur atau hanya bekerja serabutan, kehadiran MBG menjadi sumber penghasilan baru.
”Teman-teman saya banyak yang akhirnya ikut gabung jadi relawan. Lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,” ungkapnya.
Egal mengapresiasi langkah pemerintah yang merealisasikan MBG hingga ke pelosok Madura. Dia menilai program ini dapat menekan masalah gizi anak sekaligus mengurangi pengangguran.
Keterlibatannya sebagai relawan SPPG juga memberi pengalaman baru bagi Egal.
Dia belajar standar penyajian makanan bergizi, higiene dapur, hingga manajemen waktu karena distribusi harus tepat.
Menurutnya, pelatihan dari tim SPPG cukup membantu relawan yang sebagian besar ibu rumah tangga.
Bagi Egal, MBG bukan sekadar program makan siang gratis, melainkan jalan baru untuk menggerakkan roda ekonomi dari dapur.
”Awalnya grogi, tapi lama-lama terbiasa. Sekarang sudah hafal menu dan porsinya,” jelasnya.
Egal berharap program MBG terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Sumenep.
Dia juga mendorong warga lain yang belum bekerja agar tidak ragu bergabung menjadi relawan saat ada rekrutmen.
”Daripada di rumah saja, mending ikut bantu di dapur. Dapat ilmu, dapat teman, dapat rezeki juga,” tuturnya. (luq/bil)
Editor : Amin Basiri