SUMENEP, RadarMadura.id – Perbaikan jalan nasional di Kecamatan Kalianget memang sudah dilakukan.
Namun, keberadaannya masih dikeluhkan warga. Sebab, tidak semua ruas jalan yang rusak ikut diperbaiki oleh pemerintah.
Warga Kecamatan Kalianget, Mohammad Arif Firdausi mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah pemerintah yang telah memperbaiki ruas jalan utama menuju Pelabuhan Kalianget.
Namun, dia menilai perbaikan infrastruktur jalan tersebut dilakukan setengah hati.
Baca Juga: Guru Ngaji Tebar Ancaman, Agar Bisa Salurkan Hasrat Seksual kepada Korban
Buktinya, ruas jalan yang diperbaiki hanya sebagian kecil. Padahal, masih banyak ruas jalan yang rusak, seperti retak dan berlubang.
”Perbaikan jalan Sumenep–Kalianget kok dipilah-pilah pekerjaannya. Kalau seperti itu, berarti masyarakat juga boleh bayar pajak dicicil,” katanya.
Arif menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pelabuhan Kalianget.
Namun, pemerintah dinilai kurang memberi perhatian serius. Selama ini, penanganan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan.
Padahal, yang dibutuhkan masyarakat adalah pelebaran jalan. Sebab, mobilitas kendaraan yang melintas kian padat.
”Seingat saya, sudah lebih dari 30 tahun jalan ini tidak pernah direhabilitasi secara layak. Apalagi pelebaran, yang ada hanya tambal sulam,” ujarnya.
Baca Juga: Laptop ASUS ROG dan Zenbook AI 2026 Bukan Gimmick Ini Bukti NPU Bikin Baterai Tahan Seharian Lebih
Dia meminta pemerintah tidak tutup mata terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah strategis seperti Kecamatan Kalianget. Mengingat, jalur tersebut menjadi akses utama menuju pelabuhan.
”Kami berharap pemerintah tidak tutup mata. Selama ini masyarakat juga taat membayar pajak,” tegas Arif.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep Slamet Supriyadi mengaku tidak memiliki kewenangan atas perbaikan jalan tersebut.
Sebab, ruas jalan itu merupakan jalan nasional, bukan jalan kabupaten. ”Itu jalan nasional, jadi bukan kewenangan kami,” singkatnya.
Terpisah PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali, Kementerian Pekerjaan Umum Mhd. Zaim Zul mengatakan, pihaknya saat ini memang melakukan perbaikan jalan nasional di wilayah Sumenep.
Tepatnya di Kecamatan Kalianget. Perbaikannya memang tidak menyeluruh karena terkendala anggaran.
”Jadi disesuaikan dengan program. Karena kan sekarang semua kondisinya efisiensi. Jadi kami perbaiki yang prioritas dulu (memiliki kerusakan parah),” katanya.
Menurut dia, untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan tidak mungkin. Sebab, jalan nasional yang menjadi tanggung jawabnya di wilayah Madura cukup banyak.
Maka, dicari titik yang benar-benar parah. Lokasi yang diperbaiki sekarang ini dipastikan itu yang paling parah.
”Jadi kita sebelumnya lakukan penyisiran dulu sebelum perbaiki. Itu untuk menentukan titik yang paling pas untuk perbaikan,” ucap Zaim.
Zaim belum bisa memastikan kapan akan dilakukan perbaikan secara keseluruhan jalan yang rusak.
Apalagi untuk melakukan pelebaran jalan. Sebab, ini berkenaan dengan penganggaran yang cukup besar.
”Kita tidak menjamin kapan, karena semuanya bergantung anggaran,” imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti