SUMENEP, RadarMadura.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menekankan pentingnya ketertiban administrasi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Langkah tersebut dinilai krusial untuk memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan di setiap satuan pendidikan.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin menegaskan, seluruh sekolah wajib mematuhi ketentuan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Selain itu, penyusunan surat pertanggungjawaban (SPJ) juga harus sesuai dengan regulasi yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
"Jika ada sekolah yang tidak mengikuti ketentuan, Dispendik Sumenep harus memberikan pembinaan secara langsung," ujarnya.
Menurutnya, pendampingan tersebut penting agar pengelolaan dana BOS berjalan sesuai prosedur.
Dia mengungkapkan, DPRD bersama Dispendik Sumenep telah melakukan pembahasan terkait tata kelola administrasi dana BOS.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.
Sami’oeddin menyebut, sebelumnya masih ditemukan sejumlah sekolah yang belum memahami tata kelola administrasi dana BOS.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan dalam penyusunan laporan penggunaan anggaran.
Bahkan, terdapat kewajiban pelaporan yang dikerjakan pihak luar.
Akibatnya, sekolah tidak memahami alur penyusunan laporan secara mandiri dan cenderung bergantung pada pihak lain.
Kedepan, pihaknya meminta seluruh sekolah mengelola administrasi dana BOS secara mandiri.
Apabila dalam praktiknya mengalami kendala, sekolah dipersilakan berkonsultasi langsung dengan Dispendik Sumenep untuk mendapatkan pendampingan teknis.
"Sekolah tidak boleh memindahkan dana dari rekening resmi ke rekening lain karena melanggar ketentuan,” tegasnya.
Dengan pembenahan tersebut, DPRD berharap tata kelola dana BOS di bawah kepemimpinan kepala Dispendik yang baru semakin transparan dan akuntabel.
Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan anggaran pendidikan dimanfaatkan secara optimal di Kota Keris. (tif/han)
Editor : Amin Basiri