SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep yang batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini bertambah. Data terbaru mencatat total mencapai 17 orang dari jumlah awal 15 orang. Penambahan itu terjadi setelah salah satu jemaah meninggal dan satu lainnya sakit.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Ahmad Halimy mengatakan, dari jumlah tersebut, enam orang meninggal sebelum berangkat. Sementara yang lain batal karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. “Sebelumnya ada 15 orang, bertambah dua orang, yang satu meninggal, satunya lagi sakit,” katanya.
Menurut Halimy, faktor kesehatan menjadi penyebab utama CJH tidak diberangkatkan. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh jemaah memenuhi syarat istitaah kesehatan, layak terbang, dan mampu menjalankan rangkaian ibadah haji. “Jumlah itu masih bisa bertambah,” terangnya.
Dia menuturkan, pihaknya akan terus memantau kondisi CJH yang masuk daftar keberangkatan. Jika hasil pemeriksaan tidak memenuhi syarat, jemaah dipastikan tidak diberangkatkan demi menjaga keselamatan yang bersangkutan.
Baca Juga: Rugikan Negara Ratusan Juta, Kades Imrah Ditahan Kejari Sumenep
Sekadar diketahui, total CJH asal Kabupaten Sumenep pada musim haji 2026 tercatat sebanyak 1.343 orang, termasuk tambahan dari daftar cadangan. Rencananya, pemberangkatan dibagi dalam empat kelompok terbang (kloter) dan mulai berangkat pada Senin (11/5).
Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Sumenep Kamiluddin menjelaskan, biaya pemberangkatan jemaah haji dari daerah ke embarkasi ditanggung oleh pemerintah. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami siapkan sekitar 39 bus untuk mengantar jemaah,” tuturnya.
Menurutnya, pemberangkatan CJH ini direncanakan akan dilepas oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di GOR A. Yani. Menurutnya, bupati juga akan memberikan pengarahan sekaligus ucapan selamat jalan kepada CJH. “Semua jemaah nanti akan berangkat di hari yang sama, hanya waktu pelepasan yang berbeda karena tidak satu kloter,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri