SUMENEP, RadarMadura.id — Dalam rangka memperingati Hari Puisi Sedunia, Komunitas Sauh Langit menggelar lomba baca puisi tingkat umum se-Madura.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya menghidupkan kembali semangat literasi dan kesenian di kalangan generasi muda.
Komunitas Sauh Langit merupakan sanggar lintas genre dan lintas generasi yang didirikan oleh seniman Sugat Ibnu Ali.
Sejak awal berdiri pada 2018, komunitas ini konsisten menjadi ruang kreatif bagi pelaku seni, khususnya di wilayah Madura.
Lomba baca puisi ini melibatkan juri dari tingkat nasional dan lokal. Peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA dan mahasiswa se-Madura.
Pelaksanaan lomba dilakukan dalam tiga tahap penilaian. Tahap awal berlangsung secara daring pada 16 April 2026, dilanjutkan babak semifinal pada 17 April 2026, dan puncaknya adalah babak final yang digelar secara luring di halaman Gudang Haswal Grup, Desa Ellak Daya, Kecamatan Lenteng, Sumenep, 18 April 2026
Dari total 124 peserta, terpilih 24 finalis yang terdiri atas enam peserta dari masing-masing kategori.
Mereka kemudian bersaing di babak final untuk memperebutkan gelar juara 1,2,3 hingga harapan.
Dalam ajang tersebut, Moh. Sudirman dari UKM Seni Nanggala Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan berhasil meraih juara umum.
Baca Juga: Pemkab Dorong Produksi Tanaman Holtikultura Meningkat, Jadi Salah Satu Sasaran Program HDDAP
Sementara itu, gelar juara favorit diraih oleh Alyka Balqis Fayrunnajmi dari MI Trabiyatul Athfal Karang Cempaka, Bluto, Sumenep.
Ketua Komunitas Sauh Langit Sugat Ibnu Ali menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menghidupkan kembali kegiatan kebudayaan dan literasi di kalangan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menghidupkan serta melestarikan kebudayaan, khususnya dalam bidang literasi bagi anak muda,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Nur Khalis, kepala MTs Nurul Anwar Andulang, Gapura, Sumenep, yang turut mendampingi salah satu peserta.
Dia menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai edukatif yang tinggi.
“Kegiatan ini sangat berharga, terutama dalam membina kader dan bibit baru di bidang kesenian,” ungkapnya. (Luq)
Editor : Amin Basiri