SUMENEP, RadarMadura.id – Serapan gabah petani di Kabupaten Sumenep ditargetkan mencapai 600 ton.
Di triwulan kedua 2026, dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) mengeklaim target itu telah tercapai.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyatakan, pemkab bekerja sama dengan Perum Bulog dalam rangka menyerap gapah petani. Target yang ditetapkan 600 ton, sedangkan capaiannya sudah 666 ton.
Gabah petani yang terserap menjadi yang terbesar dibandingkan tiga kabupaten lainnya di Madura. Yakni, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan.
"Nilai jual serapan gabah petani ke badan usaha milik negara (BUMN) itu sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemerintah. Yakni Rp 6.500 per kilogram", ujar pria yang biasa disapa Inung itu.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mendesak dinas terkait tidak hanya berfokus pada angka serapan.
Akan tetapi, juga harus dipastikan bahwa serapan gabah itu terjadi di semua kecamatan.
Dengan demikian, dampak dari penyerapan yang dilakukan Perum Bulog bisa dirasakan seluruh petani di Kabupaten Sumenep.
Baca Juga: Lokasi Pemasangan PJU Belum Ditentukan, Anggaran Miliaran Rupiah Belum Terserap
Selain itu, DKPP juga harus memperketat pengawasan untuk memastikan gabah petani dibeli sesuai ketentuan pemerintah.
Selain itu pembayarannya juga harus dipastikan tepat waktu.
"Keberhasilan serapan gabah tidak cukup hanya dilihat dari capaian angka, tetapi juga seberapa jauh program itu mampu melindungi pendapatan petani secara langsung", tegasnya. (tif/jup)
Editor : Amin Basiri