SUMENEP, RadarMadura.id – Enam pasar di Kabupaten Sumenep bakal direhabilitasi. Namun, hingga sekarang belum ada satu pun paket kegiatan yang dikerjakan.
Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep berdalih saat ini masih tahap pengadaan bahan material.
Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil menyampaikan, anggaran rehabilitasi pasar tahun ini minim.
Yakni, hanya dianggarkan Rp 392.354.000. Dana tersebut diperuntukkan untuk enam pasar.
”Anggarannya minim. Tahun ini kami hanya fokus ke enam pasar,” ucapnya.
Pasar yang akan direhabilitasi berupa kegiatan paving di Pasar Anom, rehabilitasi kantor dan MCK Pasar Rubaru, rehabilitasi bangunan Pasar Manding dan Pasar Pabrik. Selain itu, ada kegiatan rehabilitasi Pasar Gapura serta Pasar Kayu.
Baca Juga: RSUD Sumenep Bakal Tambah Mobil La Sehat, Ratusan Pasien Merasa Terbantu Pelayanan Rumah Sakit
Idham mengungkapkan, perencanaan rehabilitasi enam pasar sudah selesai. Saat ini tengah proses pengadaan material konstruksi.
”Metode pengadaannya penunjukan langsung. Saat ini tinggal menunggu datangnya material,” ungkapnya.
Jumlah pasar di Kabupaten Sumenep 35 pasar. Artinya, masih banyak pasar yang tak kebagian anggaran rehabilitasi.
Idham berencana akan mengajukan tambahan anggaran pada APBD Perubahan 2026.
”Untuk pasar lainnya kita ajukan lagi di APBD Perubahan. Semoga bisa di-cover,” tuturnya.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menyampaikan, keterbatasan anggaran menjadi kendala kegiatan fisik.
Dia mendorong agar pemkab mencari solusi lain agar peningkatan infrastruktur di Kota Keris semakin baik.
”Anggaran kita tahun ini memang sangat minim. Pemerintah tidak boleh bergantung pada APBD, harus mencari alternatif lain di luar itu,” pintanya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri