SUMENEP, RadarMadura.id – Warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep dibekali keterampilan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah bebas. Salah satunya melalui pelatihan otomotif atau perbengkelan.
Kepala Subsi Layanan Tahanan Rutan Kelas II-B Sumenep Teguh Dony Efendi mengatakan bahwa pihaknya memiliki program khusus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan.
Program tersebut di antaranya berupa pelatihan memperbaiki sepeda motor.
"Setiap hari warga binaan kami ajari memperbaiki kendaraan. Tujuannya, agar mereka memahami dasar-dasar ilmu otomotif,” ujarnya.
Menurut Teguh, program tersebut bertujuan memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah bebas nanti.
Dengan keterampilan tersebut, diharapkan mereka dapat mandiri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
"Biasanya setelah bebas mereka bingung harus melakukan apa. Karena itu, kami bekali dengan keterampilan agar bisa dimanfaatkan, misalnya membuka usaha bengkel,” jelasnya.
Namun, tidak semua warga binaan dapat mengikuti pelatihan tersebut. Peserta dipilih dari mereka yang telah menjalani setengah masa tahanan serta menunjukkan perilaku baik selama di rutan.
"Peserta kami seleksi. Mereka harus patuh aturan dan tidak membuat keributan. Setiap hari sekitar enam warga binaan mengikuti pelatihan, mulai dari membongkar mesin hingga mengecat bodi motor,” pungkasnya. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti