SUMENEP, RadarMadura.id – Kelalaian kecil berujung sorotan besar. Video Camat Ganding Abdul Khalid yang tak mengenakan masker saat sidak dapur program makan bergizi gratis (MBG) viral dan memantik respons publik. Pemkab Sumenep pun angkat bicara.
Rekaman Camat Ganding Abdul Khalid yang tidak mengenakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan inspeksi dapur MBG di Kecamatan Ganding menjadi perhatian publik.
Video tersebut beredar luas dan menuai beragam tanggapan.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Agus Dwi Saputra menilai kejadian itu sebagai bentuk kelalaian yang masih bisa dimaklumi.
Baca Juga: Polisi Ringkus Bandar, Setelah Kembangkan Kasus Kurir Narkoba 3 Kg
Menurutnya, kesalahan tersebut tidak disengaja dan bisa terjadi pada siapa saja di lapangan.
”Iya, namanya juga manusia, tidak lepas dari lupa dan salah. Nanti kita ingatkan,” kata Agus saat diwawancara awak media di kantor DPRD Sumenep.
Dia menegaskan, pemerintah daerah tetap akan memberikan peringatan kepada camat yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang.
Peringatan itu sebagai bentuk penegasan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan dalam pengawasan dapur MBG.
”Kita ingatkan, kita tegur untuk mengingatkan,” ujarnya.
Agus juga menjelaskan bahwa satuan tugas MBG bersifat koordinatif. Setiap temuan di lapangan harus dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
”Satgas ini sifatnya hanya koordinatif, jadi setiap ada permasalahan harus tetap dilaporkan ke BGN,” imbuhnya.
Baca Juga: Menu MBG Dianggap Menjijikkan, Toping Roti Menyerupai Kodok
Dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2026 Badan Gizi Nasional, ditegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai produksi untuk menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi.
Risiko kontaminasi silang dari pengunjung menjadi perhatian utama, sehingga prosedur masuk area dapur harus diterapkan secara ketat.
Setiap individu yang masuk ke dapur diwajibkan melepas perhiasan, mengganti alas kaki, memakai masker dan penutup rambut, serta mencuci tangan dengan sabun.
Selain itu, dilarang masuk dalam kondisi sakit, merokok, atau menggunakan ponsel di area produksi. (tif/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti