SUMENEP, RadarMadura.id – Pemkab melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep tahun ini ternyata hanya mampu merehabilitasi tiga pasar. Sebab, anggaran yang dimiliki terbatas.
Kabid Perdagangan DKUPP Sumenep Idham Halil menuturkan, mayoritas kondisi pasar di Sumenep memang membutuhkan perbaikan.
Akan tetapi, institusinya belum bisa memperbaiki semua karena anggarannya sangat terbatas.
Baca Juga: Istri Terlapor Diduga Ikut Aniaya Khalik
”Tahun ini hanya tiga pasar yang akan direhabilitasi, yakni Pasar Gapura, Pasar Manding, dan Pasar Pabrik,” katanya.
Sekadar Diketahui, berdasarkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) anggaran yang disiapkan ratusan juta.
Perinciannya, Rp 60.324.321 untuk rehabilitasi Pasar Manding, Rp 46.319.915 untuk rehabilitasi Pasar Gapura, dan Rp 59.866.162 untuk rehabilitasi Pasar Pabrik.
”Saat ini masih dalam tahap perencanaan,” terangnya.
Idham menuturkan, ketiga pasar tersebut diprioritaskan karena tingkat kerusakannya cukup parah.
Bangunan diperbaiki agar tetap layak digunakan oleh pedagang dan pengunjung.
”Secara bertahap semua pasar nanti akan diperbaiki,” tuturnya.
Dikonfirmasi di terpisah, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menyatakan, langkah tersebut masih belum bisa menjawab kebutuhan rill di lapangan.
Pasalnya, kondisi bangunan pasar lainnya juga memprihatinkan dan butuh perhatian serius.
Baca Juga: Janji Tertibkan Rokok Bodong, Bea Cukai Madura Tanggapi Peredaran Rokok Ilegal E.S
”Pasar itu menyangkut hajat hidup pedagang kecil. Jangan sampai perbaikan dilakukan setengah-setengah,” katanya.
Oleh Sebab itu, dia mendorong agar pemerintah daerah lebih serius lagi dalam merencanakan revitalisasi pasar secara menyeluruh.
"Sebab, pasar tradisional merupakan urat perekonomian masyarakat kecil," ingat Juhari. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri