SUMENEP, RadarMadura.id – Sebanyak 13 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep belum masuk dalam kelompok terbang (kloter) pemberangkatan haji 2026.
Meski demikian, mereka tetap dipastikan berangkat pada musim haji tahun ini.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Sumenep Ahmad Halimy menjelaskan, belasan CJH tersebut berstatus sebagai jemaah cadangan.
Karena itu, mereka masih menunggu penempatan kloter. “Mereka tetap dipastikan bisa berangkat,” ujarnya.
Menurut dia, jemaah cadangan berpeluang masuk ke kloter asal Sumenep jika terdapat kursi kosong.
Namun, tidak menutup kemungkinan mereka akan digabung dengan kloter dari daerah lain di Jawa Timur.
"Bisa saja masuk kloter Sumenep jika ada kursi kosong. Kalau tidak, bisa bergabung dengan kloter daerah lain,” jelasnya.
Halimy menambahkan, mekanisme pemberangkatan tetap sama. Jemaah cadangan akan berangkat bersama rombongan dari Sumenep menuju Asrama Haji Surabaya, kemudian bergabung dengan kloter yang telah ditentukan.
"Jadi tetap berangkat dari Sumenep, lalu nanti disesuaikan dengan kloter yang tersedia,” katanya.
Dia juga menyebut, jumlah jemaah cadangan masih berpotensi bertambah.
Hal itu bergantung pada penyesuaian kuota dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur.
"Masih memungkinkan ada tambahan jika ada plotting lanjutan,” ucapnya.
Saat ini, pihaknya telah mengingatkan seluruh jemaah cadangan agar selalu siap. Sebab, kepastian keberangkatan bisa datang sewaktu-waktu.
"Kami sudah koordinasi agar mereka siap jika sewaktu-waktu dipanggil berangkat,” tegasnya.
Untuk musim haji 2026, sebanyak 1.330 CJH asal Sumenep telah masuk dalam kloter.
Mereka terbagi dalam empat kloter, yakni kloter 77 sebanyak 373 jemaah, kloter 78 sebanyak 376 jemaah, kloter 79 sebanyak 373 jemaah, dan kloter 81 sebanyak 208 jemaah.
Dengan tambahan 13 jemaah cadangan, total CJH asal Sumenep mencapai 1.343 orang.
"Secara umum CJH Sumenep sudah siap diberangkatkan. Insyaallah dijadwalkan mulai Senin (11/5),” tandasnya. (tif/han)
Editor : Amin Basiri