SUMENEP, RadarMadura.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumenep menggelar Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 Kamis (2/4).
Panitia mengangkat tema Bergerak Serentak Mewujudkan Guru Hebat Sumenep Bermartabat.
Dalam konkerkab ini disampaikan laporan pengurus PGRI Sumenep atas pelaksanaan sebagian program kerja yang ditetapkan.
Selain itu, untuk membahas dan menetapkan Program Kerja PGRI Sumenep serta Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) untuk satu tahun ke depan.
Baca Juga: Dalami Keterangan Penerima, Kejari dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Bansos di Waru
Program mandatori dari Pengurus Besar PGRI yang wajib dilaksanakan PGRI Sumenep juga disampaikan dalam konferensi di Graha Kemahasiswaan Universitas PGRI (UPI) Sumenep tersebut.
”Harapannya, PGRI bisa menyerap aspirasi terkait agenda kerja satu tahun ke depan yang bisa menyentuh kepentingan dan kesejahteraan guru di Sumenep,” terang Ketua PGRI Sumenep Karim.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekkab Sumenep Agus Dwi Saputra dan dewan pembina PGRI Sumenep.
Yakni, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep Moh. Iksan, perwakilan kantor Kemenag, perwakilan kantor cabdindik, utusan PGRI Jatim, ketua PPLP PGRI Sumenep, Rektor UPI Sumenep Asmoni, ketua PGRI Sumenep beserta seluruh jajaran pengurus, serta ketua cabang atau cabsus dan sekretaris.
Sekkab Sumenep Agus Dwi Saputra mengungkapkan, Konkerkab PGRI ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran guru sebagai garda terdepan dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Baca Juga: Oknum Guru Dua Kali Mangkir, Penanganan Perkara Jalan di Tempat
Dia berharap forum ini mampu melahirkan program-program inovatif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sebab, dunia pendidikan terus mengalami perubahan.
”Konkerkab I PGRI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi wadah penting untuk merumuskan program kerja yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” terang mantan kepala Dispendik Sumenep itu.
Agus mengapresiasi eksistensi PGRI sebagai organisasi yang solid dan berkontribusi nyata dalam pembangunan. Terutama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
”Konkerkab ini mampu menghasilkan program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata para guru guna meningkatkan kompetensi guru, serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” ujarnya.
Agus berharap PGRI Sumenep meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi guru, serta seluruh pemangku kepentingan.
Semua itu diperlukan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
”PGRI bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan pendidikan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan,” tukasnya. (luq/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti