SUMENEP, RadarMadura.id – Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep berjalan lamban. Pasalnya, hingga saat ini baru satu bangunan yang rampung sepenuhnya.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan DKUPP Sumenep Hairil Iskandar menuturkan, berdasarkan laporan terbaru yang diterimanya, baru satu koperasi yang pembangunannya tuntas 100 persen. Gerai tersebut berada di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan.
Baca Juga: Sepaket Kursi Susun Dianggarkan Ratusan Juta
”Iya, yang sudah selesai baru satu gerai,” katanya kemarin (30/3).
Hairil menjelaskan, saat ini terdapat 146 titik pembangunan yang sedang berproses dengan tingkat penyelesaian yang bervariasi.
Sementara lahan yang sudah siap untuk dilakukan pembangunan berjumlah 192 titik.
”Tingkat pembangunannya bervariasi, ada yang baru dibangun fondasinya,” jelasnya.
Dengan jumlah 334 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sumenep, hingga saat ini masih terdapat 142 desa yang belum siap bangun gerai KDMP.
”Iya, jumlah 192 titik itu termasuk yang 146 yang sudah dilakukan pembangunan,” ucapnya.
Sementara itu, pemerintah daerah hanya bisa melakukan pemantauan. Terkait persoalan teknis pembangunan dan anggaran dilakukan oleh PT Agrinas yang bekerja sama dengan TNI.
”Kami mendapatkan laporan saja, kalau kendalanya kami tidak mengetahui secara langsung,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menegaskan, para pengurus KDMP harus menyiapkan rencana bisnis yang matang sebelum gerai koperasi selesai dibangun.
Dia menyatakan, kesiapan perencanaan usaha menjadi kunci agar keberadaan KDMP tidak sekadar memiliki bangunan fisik tanpa aktivitas ekonomi yang jelas.
”Pengurus harus tahu sejak awal apa potensi usaha yang akan dijalankan. Khawatir, gerai sudah dibangun, pengurus masih kelimpungan untuk menjalankan usahanya. Jadi percuma gedungnya besar kemudian rencananya tidak jelas,” tegasnya.
Baca Juga: Pendaftaran Balik Gratis untuk Santri Dibatasi, Kuota Masih Jauh dari Target
Selain kesiapan internal, Masdawi juga mengingatkan agar usaha yang dijalankan KDMP tidak mematikan pelaku usaha perorangan yang telah beroperasi secara mandiri.
”KDMP ini kan dibiayai negara dengan anggaran yang besar. Makanya, pengurus harus mematangkan perencanaannya,” tandasnya. (tif/han)
Editor : Amin Basiri