SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat memaknai Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Bupati Fauzi menegaskan, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai berakhirnya ibadah puasa Ramadan atau sekadar hari kemenangan umat Islam.
Lebih dari itu, terdapat nilai-nilai penting yang harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Bupati Fauzi Dukung Pelestarian Bahasa Madura, Jadikan sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah
"Idul Fitri jangan hanya diartikan sebagai tradisi saling memaafkan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat kembali hubungan keluarga, kerabat, dan sesama,” ujarnya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan, momentum Lebaran identik dengan kebiasaan masyarakat berkumpul bersama keluarga.
Bahkan, banyak perantau yang pulang kampung demi merayakan hari kemenangan bersama orang-orang tercinta.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi momen berharga untuk menyambung kembali hubungan yang mungkin renggang akibat kesibukan masing-masing.
"Makna Idul Fitri bagi saya secara pribadi adalah momen ketika saudara-saudara dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu,” ucapnya.
Fauzi juga menilai, tradisi silaturahmi masyarakat Sumenep memiliki keunikan tersendiri.
Sebab, suasana kebersamaan tidak hanya berlangsung pada hari pertama Idul Fitri, tetapi berlanjut hingga Lebaran Ketupat.
"Di sini, makna Idul Fitri bisa berlangsung hingga satu minggu. Biasanya, setelah Lebaran Ketupat, baru rangkaian silaturahmi dianggap selesai,” jelasnya.
Baca Juga: Bupati Fauzi Teken MoU Hibah PLTS untuk Perkuat Listrik di Kepulauan
Dia berharap, nilai kebersamaan yang tumbuh selama Idul Fitri dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, hal itu menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat.
Selain itu, Fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan selama perayaan Lebaran.
"Kita harus bersama-sama menjaga momentum ini tetap kondusif, saling memaafkan, serta menjaga keharmonisan dengan sesama,” pungkasnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri