SUMENEP, RadarMadura.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengalokasikan anggaran hampir setengah miliar untuk program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.
Program ini melekat di Dinas Sosil Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) Sumenep. Proses verifikasi dan validasi penerima belum rampung.
Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos P3A Sumenep Tri Budi Hastutik menyampaikan, tahun ini anggaran yang digelontorkan untuk program beasiswa mencapai Rp 455 juta.
Sasarannya sebanyak 176 mahasiswa. Program tersebut dalam tahap verval.
”Saat ini masih dalam tahap verval kampus. Insyallah akan cair pada bulan April mendatang,” katanya.
Program beasiswa rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, program ini merupakan wujud perhatian Pemkab Sumenep kepada mahasiswa kurang mampu. Tujuannya, mereka bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi.
”Program ini guna membantu mahasiswa yang kesulitan membayar biaya pendidikan. Nanti para penerima akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 2,5 juta,” ujarnya.
Tri Budi Hastutik mengungkapkan, penerima program beasiswa harus mahasiswa asal Kabupaten Sumenep dan berasal dari keluarga tidak mampu yang masuk data DTSEN desil satu hingga lima.
Bisa juga melampirkan surat keteragan tidak mampu (SKTM) dari kepala desa.
Syarat lainnya, mahasiswa tersebut belum pernah menerima beasiswa dari pihak manapun, memiliki IPK minimal 2,75 untuk PTN dan IPK 2,5 untuk PTS.
”Sebelum disalurkan, kami melakukan verifikasi terlebuh dahulu untuk memastikan penerima benar-benar aktif berkuliah dan orang tidak mampu,” ungkapnya.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin meminta agar dinas terkait memperketat proses verval para penerima.
Sehingga penerima bantuan benar-benar mahasiswa yang membutuhkan biaya pendidikan.
”Yang perlu diperhatikan adalah penyalurannya harus kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan,” pesannya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri