SUMENEP, RadarMadura.id – Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Sumenep hampir seratus unit.
Merujuk data SPPG Operasional laman Badan Gizi Nasional (BGN) Rabu (11/3), jumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumenep sebanyak 97 titik.
Puluhan dapur itu tersebar di 25 kecamatan dari 27 kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Sumenep.
Sebab, hingga 11 Maret 2026 belum muncul data SPPG di Kecamatan Masalembu dan Kecamatan Nonggunong.
Dapur MBG terbanyak di Kecamatan Kota Sumenep dengan 12 unit.
Disusul Kecamatan Pragaan delapan dapur dan Kecamatan Lenteng tujuh SPPG.
Kemudian Kecamatan Arjasa, Kecamatan Bluto, dan Kecamatan Sapeken masing-masing enam SPPG.
Lalu, Kecamatan Ganding, Kecamatan Gapura, dan Kecamatan Guluk-Guluk masing-masing lima SPPG.
Sementara Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Kalianget masing-masing empat dapur MBG. Lalu, Kecamatan Batang-Batang, Kecamatan Dungkek, dan Kecamatan Rubaru, masing-masing tiga SPPG.
Sedangkan di Kecamatan Raas, Kecamatan Saronggi, Kecamatan Talango, Kecamatan Batuan, Kecamatan Batuputih, Kecamatan Dasuk, Kecamatan Gili Genting, Kecamatan Kangayan, dan Kecamatan Manding masing-masing dua unit SPPG.
Sementara Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Gayam masing-masing hanya satu dapur MBG.
Sedangkan di Kecamatan Masalembu dan Kecamatan Nonggunong belum ada dapur MBG yang beroperasi hingga 11 Maret 2026 pukul 13.58.
Informasi yang diterima RadarMadura.id, dapur MBG di Kecamatan Masalembu segera menyusul.
Akhir Februari lalu peralatan dapur sudah tiba. ”Mungkin masih proses pemasangan,” kata seorang warga.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Sumenep M. Kholilur Rahman Hidayatullah pernah menjelaskan, dapur MBG di 27 kecamatan sudah terbentuk.
Namun, distribusi MBG belum merata. Sebab, pembangunan dapur belum tuntas.
Menurut dia, keterlambatan itu bergantung pada kesiapan mitra dalam menyiapkan sarana dan prasarana sebelum proses verifikasi administrasi dan kelayakan dilakukan.
”Kalau mitra cepat membangunnya, maka cepat juga pendistribusian makanannya,” katanya. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri