SUMENEP, RadarMadura.id – Tiket transportasi laut rentan disalahgunakan pada momentum mudik. Sebab itu, dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan perhubungan (disperkimhub) mewaspadai adanya calo tiket mudik gratis 2026.
Plt Kepala Disperkimhub Achmad Dzulkarnain mengatakan, tiket mudik gratis disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat saat hendak pulang kampung bertemu keluarga. Dia menyarankan masyarakat membeli tiket sendiri agar terhindar dari penipuan.
”Kami minta masyarakat untuk bersabar, mengurus sendiri tiket kapal untuk mudik gratis, jangan lewat calo takut ada penipuan,” sarannya.
Ia menyadari, pembelian tiket kapal berbeda antar saat musim mudik dengan dari hari-hari biasanya. Dia memprediksi, ada ribuan masyarakat yang akan berebut tiket dan mengurus secara bersamaan.
”Untuk (tiket mudik) dari pemerintah provinsi sekarang bisa dipesan secara online di websitenya Dishub Jatim,” tuturnya.
Dzulkarnain menyatakan, pihaknya akan mengawasi pendistribusian tiket mudik gratis. Dia akan menggandeng TNI dan Polri serta Satpol PP.
Itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi permainan oknum calo tiket. Misalnya mereka memesan tiket sebanyak-banyaknya lalu diperjualbelikan kepada masyarakat.
Pihaknya akan mengambil langkah persuasive dan berhati-hati dalam mengawasi program tersebut.
Sebab, program ini bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat umum, khususnya yang akan pulang ke kepulauan agar tidak menimbulkan masalah baru.
”Kami akan melayani secara maksimal untuk masyarakat agar bisa mudik, baik yang gratis maupun berbayar,” tegasnya.
Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri meminta agar pengawasan perlu diperketat guna mencegah praktik calo. Sehingga masyarakat dapat memperoleh tiket dengan mudah.
”Kami juga menekankan pada OPD terkait agar memastikan kesiapan armada demi menjamin keamanan dan keselamatan penumpang,” pintanya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri