Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati Sumenep Janji Sidak SPPG, Sikapi Berbagai Keluhan Problem Program MBG

Amin Basiri • 2026-03-06 10:15:27

FOKUS: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat diwawancara oleh sejumlah awak media di Kantor DPRD Sumenep.
FOKUS: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat diwawancara oleh sejumlah awak media di Kantor DPRD Sumenep.

SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan tindakan tegas kepada satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) nakal.

Sebelumnya, BGN menemukan puluhan dapur makan bergizi gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.

Karena itu, BGN memutuskan untuk menghentikan sementara operasional 47 SPPG. Dari jumlah tersebut empat di antaranya beroperasi di Kabupaten Sumenep.

Perinciannya, SPPG Sumenep Pragaan Pakamban Laok 2 Yayasan Bumi Asfan Abadi dan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur 2 Yayasan Al Azhar Aengdake.

Selain itu, SPPG Sumenep, Batang-Batang, Batang-Batang Daya 2 Yayasan Santre Ngereng Keae dan SPPG Sumenep, Dungkek, Jadung Yayasan Tarbiatus Shibyan.

Penutupan sementara dilakukan lantaran menu MBG yang disajikan dinilai tidak sesuai ketentuan. Penutupan berlangsung mulai Jumat (27/2) hingga Kamis (5/3).

Selain itu, ada keluhan dari orang tua siswa. Misalnya roti berjamur, makanan busuk, dan susu yang tidak sesuai dengan ketentuan BGN. Bahkan, ada indikasi salah satu dapur yang bahan bakunya dimonopoli oleh satu suplier.

Belakangan, muncul keluhan dari berbagai pihak perihal menu MBG yang dirapel hingga tiga hari saat Ramadan.

Itu terjadi di SPPG Sumenep Lenteng, Lenteng Jambu yang tetap merapel distribusi menu kepada siswa.

Menu yang dibagikan SPPG tersebut berupa satu bungkus roti, dua telur ayam rebus, satu apel, empat kurma, dan susu berukuran 250 ml. Menu tersebut dirapel mulai Kamis (5/3) hingga Sabtu (7/3).

Koordinator Wilayah SPPG Sumenep Muhammad Kholilurrahman Hidayat menyatakan, pembagian MBG dengan cara dirapel itu bukan aturan dari BGN. Secara aturan, distribusi MBG seharusnya dilakukan setiap hari.

”Anjuran BGN itu diminta per hari. Tiap hari harus distribusi,” ucapnya.

Meski begitu, praktek di lapangan ada sejumlah sekolah yang meminta agar penyaluran tidak dilakukan setiap hari.

Sebab khawatir siswa membatalkan puasa. ”Hal seperti itu kan tidak bisa dipaksakan. Akhirnya kepala SPPG mengambil kebijakan untuk didistribusikan tiga hari, ada empat hari, bergantung permintaan sekolah,” ungkapnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo merespons berbagai keluhan terkait menu MBG tersebut. Dia mengingatkan kepada mitra dapur MBG untuk memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

”Kami berharap berkaitan dengan makanan yang diberikan kepada anak-anak tolong diperhatikan dengan serius sesuai dengan aturan yang disampaikan BGN,” pintanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, pihaknya berencana akan melakukan inspeksi mendadak ke dapur MBG.

Pihaknya akan merekomendasikan kepada pemerintah pusat untuk mengambil tindakan tegas jika ditemukan adanya pelanggaran.

”Dalam waktu dekat, saya akan keliling ke beberapa dapur dan tidak akan segan merekomendasikan melalui pemerintah daerah kalau ada informasi tentang dapur yang tidak memenuhi standar,” tegasnya. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri